CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN-Mahasiswa hendaknya dapat menjaga diri dari pengaruh radikalisme, terorisme dan berharap agar menjauhi narkoba.
Demikian disampaikan Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P. Gurning SH dalam sosialisasi bahaya faham radikalisme dan terorisme di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Sabtu (1/9/2018).
Dalam sosialisasi itu selaij dihadiri Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P. Gurning, juga ada Ipda Masnur Kanit Binmas Polsek Gunung Kijang dan Dr. M. Faisal M.Ag Rektor STAIN Abdurrahman.
Dalam pemaparannya, AKP Dunot P. Gurning menyampaikan paham radikalisme dan terorisme antara lain tentang pengertian radikalisme, pengertian terorisme, ciri- ciri radikalisme, dampak dari paham radikal. Kemudian penyebab dari paham radikal dan upaya atau tindakan dan langkah-langkah yang di ambil oleh pihak Kepolisian dalam menangkal paham radikal serta terorisme.
“Bagaimana kah cara kelompok ISIS (teroris) bisa masuk ke negara kita,” tanya Fikri salah satu peserta dalam sosialisasi bahaya faham radikalisme dan terorisme itu.

Kemudian AKP Dunot P. Gurning menjawab bahwa kelompok terorisme atau paham radikalisme masuk ke Indoneisa melalui warga negara Indonesia (WNI) yang sudah bergabung dengan kelompok ISIS. WNI ini kemudian pulang ke Indonesia dari Suria, yang selanjutunya menyebarkan paham radikalisme dan megajak atau mempengaruhi warga lainya untuk ikut berangkat ke Suriah.
“Warga dipengaruhi berangkat ke Suriah ini, dijanjikan kehidupannya lebih layak lagi dan gajinya yang menggiurkan jika bergabung dengan kelompok ISIS dengan tujuan menjadikan negara kita seperti Suriah,” ujarnya Kapolsek.
Dalam sosilaisasi itu, dihadiri lebih dari 180 orang mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman dan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. (ndn)

