BERBAGI
SWRO Belakang Padang

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam menargetkan penambahan sekitar lebih dari 6.000 penduduk pulau penyangga (hinterland) yang terlayani air bersih hingga 2021 mendatang.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Suhar mengatakan saat ini dari 56.000 jiwa penduduk hinterland, sekitar 27 persen yang sudah mendapatkan pelayanan air bersih dari pemerintah. Artinya air sudah mengalir langsung ke rumah melalui sambungan pipa, masyarakat tidak perlu membeli drum-druman.

“Dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) tahun 2016-2021, pelayanan air bersih di hinterland ini ditargetkan meningkat jadi 39 persen. Target ini harus diselesaikan dalam lima tahun,” kata Suhar.

Ia mengatakan di tahun 2017 ini, pihaknya menargetkan kenaikan 3 persen. Target ini sudah termasuk rencana perluasan layanan air bersih dari sea water reverse osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air minum. Sistem air penyediaan air bersih ini sudah dibangun di Pulau Belakang Padang, dan tahun ini jaringan pipanya akan ditambah untuk 500 rumah warga.

Baca Juga:  Polres Bintan vs Polsek Jajaran: Skor 2-1

“Estimasi kita tahun ini gerak ke posisi 30 persen. Itu sudah termasuk penambahan di Belakang Padang,” ujarnya.

Menurut Suhar, tidak banyak pilihan bentuk pelayanan air bersih di pulau. SWRO merupakan pilihan bila pulau tidak memiliki sumber air. Tapi apabila di pulau terdapat sumber air, maka pemerintah tinggal membuat instalasi pipa ke rumah-rumah warga.

Atau dicarikan sumber air dari pulau terdekat untuk disalurkan melalui pipa ke pulau berpenduduk. Metode ini sudah Pemerintah Kota Batam terapkan di beberapa pulau.

“Untuk yang belum terlayani air bersih, rata di tiga kecamatan hinterland. Kalau lihat angka memang sedikit, tapi pemerataannya itu,” katanya.(mcb/ctb)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY