CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bintan, Cabang Kijang, Anggraini Dahlan mengatakan sebanyak 64 persen masyarakat Binta telah terdaftar sebagai penggunan BPJS.
“Total penduduk Bintan kan sekitar 144 ribu lebih. Dan yang sudah terdaftar di BPJS regular mandiri baru sekitar 92.154. Jadi kalau kita lihat dari presentasenya baru sekitar 64 persen,” ujar Anggraini saat ditemui dikantornya, Jumat (18/8).
Ditambahkanya, kesadaran masyarakat Bintan untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS dari tahun ketahun terus meningkat. Namun, kesadaran masyarakat untuk membayar iuran bulanan justru dinilai kurang.
Sebab, dari 92.154 peserta, terdapat 84 persen menunggak pembayaran. Dan biasanya, baru dilakukan pembayaran setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit.
Penunggakan ini kata Anggraini dikarenakan berbagai factor seperti: peserta tidak mendapat pelayanan yang baik dari Puskesmas. Kemudian, ada juga masyarakat yang kesulitan membayar dikarenakan lokasi BPJS tergolong jauh.
“Kalau minat masyarakat ikut serta tinggi. Namun kesadaran pembayaran iuran bulanan masih kurang. Karena saat ini terdapat 84 persen peserta menunggak pembayaran,” ujar wanita yang murah senyum ini.
Lebih lanjut ia berharap kesadaran masyarakat untuk membayar iuran bulanan meingkat. Sebab jika terjadi penunggakan dalam waktu 45 hari, keikut sertaan peserta dinon-aktifkan sementara hingga melunasi iuran sebelumnya.
“Harapan kita, kesadaran masyarakat membayar iuran dapat ditngkatkan. Karena kalau pembayaran menunggak kan masyarakat sendiri yang rugi. Contohnya, jika terjadi penunggakan dan dirawat di rumah sakit, mereka harus membayar biaya perawatan,” paparnya.
Pelayanan terhadap peserta BPJS kesahatan dari tahun sebelumnya dinilai kurang maksimal. Sebab, beberapa peserta mengeluh pelayanan yang kurang maksimal dari pihak Rumah sakit karena dianggap sebagai peserta BPJS. Menanggapi hal ini, Anggraini mengatakan pelayanan terhadap peserta BPJS saat ini bisa langsung melapor ke BPJS.
Dari laporan ini nantinya, pihak BPJS akan mempertanyakan langsung ke pihak rumah sakit alasan mereka mengabaikan pasien.
“Bisa jadi masyarakat kita tidak membayar iuran karena tidak mendapat pelayan yang bagus dari pihak RS. Nah makanya, jika ada hal seperti itu silahkan lapor ke kita,” tambah wanita berjilbab ini.
Sementara itu, salah satu pasien peserta BPJS, Rosiani saat ditemui di RUSD Kijang mengatakan, pelayanan terhadap BPJS saat ini sudah jauh lebih baik.
“Kalau menurut saya, pelayanan terhadap pasien BPJS saat ini sudah semakin baik. Kebetulan kita pemegang BPJS, dan kita diperlakukan malah lebih baik dari yang lain,” pungkasnya. (Ndn)

