CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Sebanyak 490 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 91 Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Batam lewat Pelabuhan International Batam Centre, Sabtu (9/4/2022).
Penumpang tersebut dilayani sembilan pelayaran kapal. Kedatangan pertama pada pukul 10.30 dari Tanah Merah Malaysia tujuan Pelabuhan International Batam Centre.
Sementara pelayaran terakhir datang dari Pelabuhan Tanah Merah di Singapura, tujuan Pelabuhan International Batam Centre.
Untuk pelayaran dari Malaysia saat ini hanya satu unit kapal yang melayaninya. Kapal MV. MDM Exspres tiba di Pelabuhan International Batam Centre pukul 14.00 WIB.
Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan International Batam Centre, Deny Cahyadi mengatakan, seluruh pelayaran kedatangan berjalan dengan lancar.
“Untuk penumpang yang tiba di Pelabuhan International Batam Centre, pemeriksaan mengikuti Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 17 tahun 2022,” katanya.
Untuk penumpang yang sudah menjalani dua kali vaksin dan menunjukkan hasil test antingen dari negara asal, tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan test PCR.
Tetapi untuk penumpang yang belum menjalani vaksin kedua, tetap harus melalui pemeriksaan.
Di hari yang sama, ada 305 WNI dan 67 WNA meninggalkan Kota Batam menuju negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia pada Sabtu (9/4/2022).
305 WNI dan 67 WNA itu meninggalkan Batam melalui Pelabuhan International Batam Centre. Rinciannya, sebanyak 132 WNI dan 3 WNA berangkat ke Malaysia. Sementara sisanya, tujuan Singapura.
Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan International Batam Centre, Deny Cahyadi mengatakan, untuk pelayaran dari Pelabuhan International Batam Centre berjalan lancar.
Pada Sabtu (9/4/2022), sebanyak 9 unit kapal melayani penumpang antar negara. Dari 9 kapal itu, delapan kapal di antaranya tujuan Pelabuhan International Tanah merah di Singapura, dan satu kapal lainnya tujuan Pasir Gudang di Malaysia.
“Saat ini kapal tujuan negara Malaysia hanya satu kapal, karena adanya pembatasan dari negara tujuan,” kata Deny.
Selain pembatasan kedatangan dan keberangkatan, syarat masuk negara Malaysia juga harus menggunakan tes antingen dan asuransi perjalanan. Sementara untuk Singapura sendiri, tidak diperlukan asuransi perjalanan.(mzi)

