55 Klub Semarakkan Lomba Jong 2020, Johor Bharu Malaysia Ambil Bagian

55 Klub Semarakkan Lomba Jong 2020, Johor Bharu Malaysia Ambil Bagian

0
BERBAGI
Sejumlah peserta melepaskan jong miliknya dalam lomba jong 2020 yang berlangsung di Pantai daer Batubesar Nongsa, Jumat (14/2/2020)

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Sebanyak 56 klub menyemarakan lomba Jong 2020 yang diselenggarakan di pantai Tanjung Mak Dare, Batu Besar, Nongsa, Batam. Lomba Jong tersebut akan berlangsung selama tiga hari dimulai dari 14 hingga 16 Februari 2020.
Lomba Jong 2020 itu dibuka langsung oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam Heryanto.

Kepala Dispora Kota Batam Heryanto mengatakan tahun ini merupakan tahun ke 19 lomba Jong diselenggarakan di kota Batam. Perhelatan ini sudah ke-empat kalinya diselenggarakan oleh Dispora Batam, setelah pada tahun-tahun sebelumnya selalu diselenggarakan oleh masyarakat.

Heryanto mengatakan, acara tahunan ini digelar untuk melestarikan budaya masyarakat Melayu, khususnya budaya permainan rakyat pesisir.

“Setiap tahun masyarakat Melayu Batu Besar melaksanakan perlombaan Jong yang diselenggarakan setiap datang musim utara. Karena perlombaan ini baru bisa dilaksanakan saat datang angin musim utara” ujarnya.

Dispora bekerjasama dengan panitia perlombaan jong mengangkat tema “Mari jadikan lomba Jong Batam tahun 2020 sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional kota Batam”.

Heryanto menambahkan, selain untuk melestarikan permainan tradisional, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan permainan tradisional Melayu pada para turis.

Sementara Walikota Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengatakan keinginannya agar dilakukan pembangunan di pantai Mak Dare sebagai venue lomba ini.

“Kalau boleh tiap tahun jangan begini-begini saja. Coba mulai dicicil, bawa desain baru, kira-kira laut ini mau seperti apa kita desain. Supaya besok kita datang, berubah. Itulah power rangers” katanya sambil berkelakar.

Ia melanjutkan, pembangunan di lokasi ini sejalan dengan misinya yang sedang membangun kota Batam menjadi kota wisata. Salah satu daya tarik yang bisa dimanfaatkan adalah adanya permainan rakyat seperti jong.

“Saya minta ini dicicil. Tiga kali saya ulang. Cicil desainnya apa, nanti kita bangun pelan-pelan supaya kota Batam betul-betul menjadi tujuan wisata” ujar Rudi.

Ia berharap, wisata Batam bisa menjadi tujuan bagi wisatawan asal negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Sementara Heryanto menjelaskan peserta perlombaan ini terdiri dari masyarakat Batam dan luar Batam dengan jumlah 550 orang yang tergabung dalam 56 klub.

Untuk jumlah jong yang diperlombakan adalah sebanyak 1732. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun lalu. Nantinya, setiap klub akan memperebutkan juara dalam 4 kategori.

Kategori pertama yakni jong besar berukuran 1,6 sampai 1,9 meter dengan total 530 jong. Kategori kedua yakni jong sedang berukuran 1,3 sampai 1,6 meter dengan total 556 jong. Kategori ketiga yakni jong kecil berukuran 1 sampai 1,29 meter dengan total 558 jong.

Terakhir adalah kategori jong anak-anak dengan jumlah 88 jong. Total ada 10 lintasan race dengan panjang lebih dari 100 meter. Peserta perlombaan ini tak hanya berasal dari Batam, namun juga berbagai daerah luar Batam, seperti Karimun hingga Pelawan.

Bahkan ada pula 2 klub dari Johor Malaysia yang turut memeriahkan perlombaan jong tahun ini. Selain memperebutkan juara dari ke-empat kategori, akan ada juara umum dalam musim perlombaan ini.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY