CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Data perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga Rabu (2/3/2022), ada 412 penambahan kasus konfirmasi.
Dari jumlah tersebut, terdiri dari Kota Batam 203 orang, Tanjungpinang 92 orang, Kabupaten Bintan 59 orang, Karimun 38 orang, Anambas 5 orang, Lingga 14 orang, dan Natuna 1 orang.
Selain itu, terdapat juga penambahan pasien sembuh atau selesai isolasi di Kepri sebanyak 448 orang.
Tambahan pasien sembuh terbanyak ada di Kota Batam 297 orang, lalu di Tanjungpinang 49 orang, Kabupaten Bintan 57 orang, Karimun 28 orang, Anambas 10 orang, dan Lingga 7 orang.
Untuk total konfirmasi dan pasien sembuh di Kepri sampai hingga 2 Maret 2022 berjumlah 61.026 orang dan 55.229 orang.
“Terdapat juga penambahan pasien Covid-19 meninggal dunia 2 orang. Ada di Tanjungpinang dan Karimun,” sebut Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri, Eko Sumbaryadi.
Eko juga menyampaikan, bahwa sudah 4 daerah di Kepri masuk pada zona orange.
“Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Anambas masuk zona orange. Tiga daerah lagi, Karimun, Lingga, dan Natuna pada zona kuning,” ujarnya.
Sementara di Kota Tanjungpinang, hingga Kamis (3/3/2022) pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 177 orang.
Diketahui dalam satu hari saja kasus Covid-19 di Kota Tanjungpinang bisa mencapai ratusan, sedangkan dalam kurun waktu dua hari ini tambahan kasus Covid-19 diangka 85 kasus dan 92 kasus.
Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh atau telah selesai menjalani isolasi sebanyak 126 orang selama dua hari.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menyampaikan kasus Covid-19 yang sedang berkembang saat ini adalah varian omicron yang jauh lebih cepat menular dibanding varian lainnya.
“Kasus yang saat ini meningkat pesat dapat dipastikan karena varian omicron,” kata Efliani Sandri, Kamis (3/3).
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid PP), Handono mengakui selama Februari 2022 kemarin memang terjadi lonjakan kasus yang begitu tinggi.
“Januari 2022 kemarin kita hanya 14 kasus aktif, kemudian di Februari 2022 ada sekitar 867 kasus,” sebut Handono.
Handono pun menjelaskan bahwa varian omicron ini tidak begitu tinggi total kasus meninggal.
“Angka kematian omicorn kecil, selama Februari ada 2 pasien dan 3 orang sisanya juga kemungkinan akibat varian omicron,” tuturnya.
Adapun saat ini total keseluruhan pasien aktif di Kota Tanjungpinang sebanyak 928 orang, 40 orang berada di RS Rujukan, 4 orang di Mes Bhayangkara, 37 orang di isolasi terpadu, dan 847 orang menjalani isolasi mandiri.(ndn)

