CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Hasil penyisiran rapid test Antigen di Pasar Cipta Puri, menunjukan tiga pedagang pasar positif antigen, Rabu (28/7/2021).
Dari pagi sampai pukul 12.00 WIB, petugas dari Puskesmas Tiban Baru telah mengambil 25 sampel swab dari pedagang pasar dan warga sekitar.
“Ada dua pedagang dan satu pekerja toko yang dinyatakan positif dari hasil Antigen hari ini. Setelah melihat hasilnya, kami langsung meminta mereka pulang ke rumah dan isolasi mandiri,” ujar Kepala Puskesmas (Kapus) Tiban Baru, Ana Hasina, ditemui di lokasi.
Menurut Ana, warga tak perlu takut menjalani pemeriksaan rapid test antigen, karena petugas tidak akan langsung menciduk apabila ada warga positif antigen. Tindakan lanjutan yang akan dilakukan hanya meminta warga tersebut untuk pulang dan beristirahat di rumahnya selama beberapa hari.
“Kami hanya menyuruh warga untuk isolasi mandiri di rumah, sekitar sepuluh hari kemudian baru kita periksa kembali,” tegas Ana.
Ana menambahkan, sebenarnya kebijakan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sudah merencanakan pasien-pasien Covid-19 untuk dipusatkan di tempat isolasi terpadu Asrama Haji atau Rusun BP Batam.
Namun, melihat ketersediaan tempat tidur di Asrama Haji masih terbatas dan hampir penuh, sedangkan pemindahan pasien ke Rusun BP Batam masih dalam tahap persiapan. Maka untuk sementara, para pedagang pasar yang positif tersebut dianjurkan untuk isolasi mandiri.
“Langsung kami suruh pulang karena takut berpotensi menyebarkan ke yang lain, karena mereka kan berhubungan langsung dengan masyarakat,” tambah Ana.
Salah satu pedagang yang positif rapid test antigen, perempuan berusia sekitar 25 tahun, mengakui dirinya memang sedang mengalami gejala flu dan tidak enak badan, meski masih tergolong ringan. Ia mengaku agak syok mengetahui bahwa dirinya ternyata positif Antigen.
“Saya emang agak merasa nggak enak badan,” ujar pedagang tersebut.
Sebelumnya, tracing dan testing rapid test antigen massal dilakukan petugas Puskesmas Tiban Baru, di Pasar Cipta Puri, Sekupang.
Petugas puskesmas ini menyasar para pedagang pasar serta warga sekitar yang berada di lingkungan Pasar Cipta Puri.
Sejak pukul 9.30 WIB, petugas sudah menyiapkan dua meja khusus di seberang pintu masuk pasar, bagi warga yang ingin menjalani pemeriksaan Antigen.
“Antigen lagi, antigen lagi, malas lah dicolok-colok hidung,” terdengar seruan salah seorang pedagang pasar.
Salah seorang pedagang pasar, bernama Santo, mengatakan ini adalah kesempatan pertamanya menjalankan pemeriksaan Antigen. Menurutnya, pengambilan swab tersebut berlangsung cukup singkat dan memperoleh hasil yang cepat.
“Rasanya biasa aja, agak geli-geli dikit, tapi nggak sakit,” ujar Santo, diwawancarai usai pemeriksaan. Untungnya ia memperoleh hasil negatif.(dkh)

