CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Sebanyak 23 perusahaan tutup, mulai Januari sampai April 2017 dan sedikitnya 889 pekerja menjadi pengangguran.
“Sebnyak 889 pekerja jadi pengangguran akibat 23 perusahaan tutup usahanya. Kita tidak tahu penyebabnya perusahan-perusahaan besar tutup,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat membuka Pameran Batam Nasional Expo (Bannex) 2017, di Nagoya Hill, Jumat (14/4/2017).
Dia mengatakan perusahaan yang tutup tersebut sebagian yang bergerak di bidang shipyar, perdagangan, jasa dan lain sebagainya. Penutupan perusahaan tersebut akibat beberapa faktor seperti kurangnya oderan, habis kontrak atau kerja sama dan lainnya.
“Ya salah satunya PT Technip di Tanjunguncang yang dikabarkan telah tutup. Itu karena sepi orderan,” kata Rudi.
Sementara Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, sepanjang Januari hingga April 2017 ini, tidak ada perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang tutup.
“Kita sudah cek di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) BP Batam kemarin, tidak ada PMA tutup,” katanya.
Dia mengatakan, dari Januari hingga Maret 2017 tercatat ada 13 proyek investasi yang terealisasi. Itu berdasarkan perkembangan izin usaha.
Total nilai investasi dari 13 proyek itu yakni 50,447 juta US dollar. Dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 411 orang. Adapun 13 proyek itu, satu proyek di bidang pertambangan, tiga proyek di perdagangan dan reparasi, lima proyek di sektor jasa lainnya.
Dua proyek di sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, satu proyek di sektor hotel dan restoran, dan satu proyek di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi.
“Dari Januari sampai Maret, izin usaha yang masuk ada 13 proyek. Nilai investasinya 50 juta US dollar,” ujar dia.
Sementara untuk izin prinsip yang masuk ke BP Batam dari Januari hingga Maret 2017, tercatat ada 11 proyek. Dengan total nilai investasi 300 juta US dollar.
“Kalau izin prinsip yang masuk ada 11 proyek dari Januari sampai Maret. Nilai investasinya 300 juta US dollar. Kalau ini terealisasi ditambah izin usaha tadi, berarti nilai investasi yang masuk ke Batam 350 juta US dollar,” katanya.

