CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG-Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang mencatat dari tahun 2009 sampai dengan Desember 2017, sebanyak 943 penderita HIV-AIDS di Kota Tanjungpinang. Dalam kurun waktu bersamaan 219 penderita HIV-AIDS meninggal dunia.
Jumlah tersebut dikelompokan berdasarkan umur 77 persen dominan usia subur 25-49 tahun. Selanjutnya, 11 persen usia 15-24 tahun, 8 persen uisa 50 tahun keatas. Seterusnya 3 persen anak umur 0-4 tahun dan 1 persen usia 5-14 tahun.
Sementara jika dari faktor resiko, 54 persen klien atau pelanggan seks paling dominan. Kemudian 23 persen ibu rumah tangga (IRT) dan balita, 13 persen Wanita Pekerja Seks (WPS), 4 persen Lelaki Seks Lelaki (LSL), 3 persen Waria dan 3 persen Wanita Bukan Pekerja atau pasangan klien.
Dari data yang ada, ibu hamil yang dideteksi HIV positif, setelah mengikuti program terapi yang dilakukan Tim layanan HIV dapat melahirkan bayi atau anak yang negatif dari HIV-AIDS,
“Berdasarkan data yang ada, alhamdulillah para ibu hamil yang dideteksi HIV positif setelah mengikuti program terapi yang dilakukan Tim layanan HIV dapat melahirkan bayi atau anak yang negatif dari HIV-AIDS,” kata Rustam Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang.
Dia mengatakan angka kejadian HIV-AIDS masih cukup tinggi, maka upaya pencegahan penularan harus ditingkatkan. Salah satu yang wajib dicegah adalah penularan HIV-AIDS dari ibu kepada bayinya. Karena dari tahun 2011 sampai saat ini tercatat 12.857 ibu hamil mengikuti pemeriksaan HIV dan 47 diantaranya positif.
Menurutnya, kelompok beresiko juga dapat mengakses layanan yang ada sehingga bisa mengetahui status HIV yang bersangkutan apakah positif atau negatif. Bagi yang masih negatif tentunya harus disyukuri dan segera beralih ke arah perilaku seks yang aman.

