CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, Bintan mengatakan setelah pemberlakuan program pengampunan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak atau yang dikenal dengan istilah Amnesty pajak, warga di 2 kabupaten yakni Bintan dan Lingga melaporkan jumlah kekayaan sebesar Rp 2,8 Trilliun.
Hal ini disampaikan oleh Kasubag umum dan Kepala internal KPP Pratama Bintan, Aryo Bisawarno saat ditemui Centralbatam.co.id di ruang kerjanya, Senin (3/10/2016).
Ia mengatakan dari jumlah total kekayaan yang dilaporkan oleh pemiliknya tersebut, sebanyak Rp 57 milliar masuk ke kas Negara.
“Sejak pemberlakuan Amnesty ini hingga jumat (30/9/2016), ada sebanyak 2,8 trilliuan kekayaan warga Bintan dan Lingga telah dilaporkan oleh pemiliknya,” ujar Aryo.
Ia menambahkan, kekayaan yang dilaporkan itu berupa uang tunai (cash) yang disimpan oleh pemiliknya di BANK. Kemudian ada juga harta benda seperti kendaraan bermotor, tanah, dan rumah .
Selama Amnesty berlangsung, masyarakat yang melaporkan harta kekayaannya yang selama ini belum dilaporkan, mereka hanya diwajibkan membayar pajak sebesar 2 persen dari total kekayaan yang belum pernah dilaporkan. Sedangkan setelah masa Amnesty akan dikenakan denda hingga 200 persen dari nilai pajak dasar.
Ditanya siapa aja yang telah melaporkan harta kekayaan, ia mengakan hampir seluruh pegawai pemerintahan di Bintan dan Lingga. Termasuk didalamnya anggota DPRD, Pemka dan bahkan aparat keamanan seperti polisi dan TNI.
Sehubungan dengan Amnesty ini memberikan jaminan kepeda pemilik harta agar datanya dirahasiakan, ia enggan membeberkan nama-nama yang telah melaporkanhartanya di Bintan.
“Siapa saja yang tela melaporkan hartanya itu rahasia. Karena itu jaminan pemerintah terhadap mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut ia mengatkan, data bisa saja dipublishkan asal yang bersangkutan bersedia seperti Bupati Lingga.
