CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Wardiaman Zebua alias Ardin (WZ) terdakwa yang diduga membunuh almarhumah Dian Milenia Trisna Afifa alias Nia (15), menyampaikan sekitar 13 poin dalam nota pembelaan (pledoi)-nya, Kamis (28/7/2016) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.
Dihadapan Majelis Hakim, yang di Pimpin Ketua Majelis Hakim Zulkifli, didampingi Hakim Anggota Hera Polosia dan Imam Budi Putra Noor. Terdakwa ini mengaku terbebani dengan jalannya perkara, yang dinilainya tidak pernah ia lakukan sama sekali.
Selain itu, WZ yang disebut-sebut sebagai pembunuh utama Nia ini juga menyatakan dalam Nota Pembelaannya (Pledoi). Bahwa istri, keluarga dan sanak-saudaranya tertekan, serta stres berat.
“Sepanjang berjalannya perkara ini, istri, keluarga, serta sanak-saudara saya mengalami stres berat dan malu. Secara tegas saya sampaikan dihadapan Yang Mulia Majelis Hakim, saya tidak mengenal korban, tidak mengetahui kondisi korban, saya bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan korban. Namun saya malah diseret dalam persidangan, atas perbuatan yang tidak saya lakukan,” kata Wardiaman, dalam nota pemelaan yang dibacakannya.
Selain itu, dia juga menyatakan. Ketidakpastian juga kerap menghantui istri dan anak-anaknya, atas tuntutan hukuman mati yang dijeratkan kepadanya.
“Saya tidak pernah melakukan apa-apa, tapi saya malah dijerat pidana dan dituntut pidana mati. Saya tidak pernah berbuat apapun yang didakwakan, namun saya dijadikan tersangka dalam perkara ini,” ucapnya berlinang air mata.
Secara berulang ia menegaskan, bahwa ia bukanlah pelaku pembunuh korban, sebagaimana dituduhkan JPU Bani Immanuel Ginting dan Jaksa Rumondang Manurung.
“Saya tidak pernah melakukan persetubuhan dan pembunuhan sebagaimana dituduhkan kepada saya,” kata WZ tegas.
