CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Nur (32) warga Kampung Harapan Indah, Kecamatan Teluk Sebong tak percaya suaminya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kepada petugas kepolisian, Nur mengatakan ia menemukan suaminya Riko (28) tergantung di gudang dapur rumah mereka Senin (28/11/2016) sekitar pukul 14,00 WIB.
Dari cerita Nur, sebelumnya sekitar pukul12.30, Nur bersama anaknya pergi ke Tanjunguban belanja keperluan rumah tangga. Kemudian, saat ia pulang dari belanja itu lah menemukan suami tercinta tergantung dan sudah tidak bernapas.
“Mendapati suaminya tergantung, Nur sontak teriak histeris. Dan suaranya membuat tetangga berdatangan,” ujar Kapolesk Bintan Utara, Kompol Jaswir, Selasa (29/11/2016) menirukan kata Nur.
Begitu mendapat adanya orang yang gantung diri, Jaswir mengatakan langsung menerjunkan anggota ke Tempat Kejadi Perkara (TKP). Kemudian untuk memastikan kematian korban, Jaswir mengatakan langsung membawa ke puskesmas untuk dilakukan visum.
“Berdasarkan visum, tidak ditemukan tanda tanda adanya unsur kekerasan di tubuh korban. Dugaan korban meninggal dalam fersi medis yakni akibat saluran pernafasan terhenti setelah leher terikat tali,” pungkasnya.
Sementara, dari keterngan beberapa mengatakan, korban memilih mengakhiri gantung diri karena penyakit yang derita tak kunjung sembuh. Namun warga enggan mengungkapkan penyakit apa yang sedan diderita.

