CENTRALBATAM.CO.ID, ACEH – Suasana mencekam pasca gempa 6,4 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) masih terasa.
Salah satu bukti akan susasana yang dianggap warga sangat menakutkan itu, ialah dengan aksi yang dilakukan kaum pria di posko dan tempat pengungsian darurat.
Kebanyakan warga, khususnya kaum pria memilih untuk tetap terjaga meski telah larut malam.
Mereka memilih tetap terjaga, untuk dapat lebih responsif saat terjadinya gempa susulan.
“Kami masih takut, jadi memejamkan mata pun susah sekali,” tutur Ronali, warga yang mengungsi di posko darurat.
Saat dikonfirmasi, Kamis (8/12/2016) pagi tadi, Imam Meunasah Gampong Kota Meureudu, โTengku H Yusri Abdullah mengatakan, gempa susulan masih dirasakan warga Pidie Jaya.
“Akibatnya, warga yang sempat pulang ke rumah kembali berhamburan keluar rumah. Nah, sejak itu mereka tak berani lagi masuk ke rumah,” tuturnya.
“Kebanyakan yang tidur di tempat-tempat pengungsian juga jarang yang tidur. Mereka takut dan terus terjaga, bahkan tengah malam sekalipun,” ungkapnya.

