CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Puluhan kendaraan roda empat dan roda dua kembali menduduki badan jalan, di Jalan Utama Engku Putri, Kecamatan Batam Kota, Batam.
Penampakan parkir liar ini telah terpantau sejak beberapa minggu lalu, hingga siang ini, Selasa (6/9/2016) sekitar pukul 13.30 WIB.
Disebut liar, karena puluhan bahkan ratusan kendaraan ini terparkir tepat dilokasi yang telah dipasangi rambu ‘dilarang parkir’.

Sekitar 98 persen pengendara yang memarkirkan kendaraannya tepat disekitar badan jalan itu, saat dikonfirmasi menyatakan, ingin melakukan pengurusan dokumen berupa passport ke Kantor Imigrasi Batam.‎
“Kami mau urus passport, kan parkirnya memang disini biasanya,” kata Lina, salah seorang pemarkir liar.
Selain Lina, masih ada ratusan pengendara lainnya yang memarkirkan kendaraan diatas jalan tersebut.
Sempit, Jalan Utama Kerap Macet
Akibat tidak ‎tersedianya lahan parkir, bagi para pengurus passport di Kantor Imigrasi. Hampir setiap hari ratusan pengunjung, dikantor tersebut terpaksa memarkirkan kendaraannya di jalan Utama (Kota) Engku Putri, Batam.
Meski telah diberi rambu (tanda) dilarang parkir, dibeberapa sudut jalan. Tetap saja, aturan lalulintas ini terpaksa dilanggar‎ demi menyelesaikan pengurusan administrasi perjalanan itu.
Terkesan dibiarkan, beberapa polisi yang patroli disekitar lokasi hanya sekedar lewat dan tidak melakukan penertiban.

Tak hanya itu, Personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam yang sempat menertibkan parkir liar itu beberapa saat lalu, malah tak lagi terlihat aksi dan siulan peluitnya dalam mengusir para pemarkir liar tersebut.‎
Akibatnya, jalanan yang difungsikan untuk mengurai kemacetan dipusat kota itu malah menyempit dan kerap menyebabkan kemacetan berkepanjangan.
Terlebih ketika susana pagi hari menjelma.
“Kalau pagi, baru macetnya bukan main. Karena banyak yang datang kan, mau urus passport dan mau kekantor-kantor pemerintah yang ada,” kata Yudi.
“Beberapa saat lalu sempat ditertibkan, tapi kemudian tak lagi ada aksi. Semuanya terkesan menjadi bebas, rambu-rambu yang ada pun hanya tampak sebagai tiang kosong tak bermakna,” ucapnya.
Hingga sore hari menjelma, tetap saja para pemarkir liar ini betah menempatkan kendaraannya dibadan jalan itu.
Tak satupun aksi security maupun petugas yang terlihat menertibkannya.‎
