BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM– Penampakan langit gelap pekat, ditambah dentuman petir dan kilat mewarnai cuaca dilangit Kota Batam, Minggu (17/6/2016) sore.

Penampakan awan pekat ditambah angin yang berhembus kencang ini, turut membuat warga di Kecamatan Sekupang was-was. Belum lagi akan fenomena kilat dan petir, turut menambah ketakutan warga dalam beraktifitas diluar rumah.

Dalam fenomena ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Hang Nadim, Batam, melalui Kepala Stasiun BMKG, Philip Mustamu mengatakan, dari pemantauan Citra Satelit Klarifikasi Awan diperoleh hasil, wilayah Kepri dan Batam pada umumnya tengah diselimuti cuaca berawan dan hujan ringan.

Penampakan Citra Satelit awan periode Minggu (17/7/2016) siang | Foto : Junedy Bresly, BMKG Hang Nadim Batam
Penampakan Citra Satelit awan periode Minggu (17/7/2016) siang | Foto : Junedy Bresly, BMKG Hang Nadim Batam

“Untuk awan yang ada disekitar Kepri itu awan Cumulus, beberapa diantaranya memiliki massa air yang cukup besar hingga terjadinya hujan. Diprediksi untuk siang hingga malam nanti, Batam akan diguyur hujan ringan dengan status hujan lokal atau hujan setempat,” kata Philip Mustamu, Kepala BMKG Hang Nadim, Batam.

Dikatakannya juga, cuaca seperti ini kerap disertai dengan angin kencang dan kilat, maupun petir serta guntur.

Philip menegaskan, petir terjadi karena adanya perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya.

Baca Juga:  Kapolresta Barelang Pimpin Sertijab, Berikut Nama-nama Pejabat Baru di Polresta Barelang
Penampakan langit Kota Batam yang terlihat berawan gelap | Foto : Junedy Bresly
Penampakan langit Kota Batam yang terlihat berawan gelap | Foto : Junedy Bresly

Proses terjadinya muatan pada awan, karena awan bergerak terus menerus secara teratur dan selama pergerakannya awan akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.

Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan.

“Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara, saat inilah terjadi ledakan suara atau sering dikenal petir,” ujarnya.

Peringatan akan tingginya curah hujan, disertai dengan guntur dan petir | Foto : Junedy Bresly, BMKG Hang Nadim, Batam
Peringatan akan tingginya curah hujan, disertai dengan guntur dan petir | Foto : Junedy Bresly, BMKG Hang Nadim, Batam

Petir lebih sering terjadi pada saat hujan turun, ini terjadi karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi, sehingga daya isolasinya turun dan arus listrik lebih mudah mengalir.

“Ketika terjadinya aliran arus listrik, juga kerap memunculkan cahaya terang. Inilah yang sering disebut kilat,” tegasnya.

Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.‎

“Jika terjadi petir dan kilat ini, sebaiknya jangan beraktifitas diluar rumah, jangan berada dilapangan terbuka, dan jangan pula berada dibawah pohon atau menara. Karena tempat-tempat tersebut sangat rawan tersambar petir. Alangkah lebih baiknya berdiam disuatu ruangan, tanpa menggunakan alat elektronik yang bisa memicu terjadinya sambaran petir,” tandasnya.

Baca Juga:  Masuk Purna Tugas, Rudi Lepas Enam PNS Pemko Batam

 

Penulis : Junedy Bresly

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan