CENTRALBATAM.CO.I, BINTAN –Maraknya peredaran narkoba di wilayah Bintan membuat jajaran Polres dan Badan Narkotika Nasional Kepri (BNNK) bergerak cepat. Dari hasil kerjama kedua intitusi tersebut, keduanya berhasil meringkus sebanyak 3 orang inisial S, NN dan GB yang diduga pelaku utama perderan barang haram tersebut.
“Kami telah mengamankan ketiga tersangka ditempat yang berbeda. Namun satu tersangka yang merupakan warga Negara asing diduga telah lari ke negaranya yaitu Malaysia,” ujar Kapolres Bintan, AKBP, Febrianto Guntur Sunoto pada jumpa pers (29/9/2016).
Lebih lanjut Febri mengatakan, Narkoba jenis sabu dengan total berat 700 gram dan 565 pil ekstasi yang diamakan dari tangan para tersangka itu semua berasal dari Malasyia. Dari pengakuan ketiga tersangka, masuknya barang itu dari Malaysia ke Batam. Kemudian dari Batam dibawa melalui pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.
“Kemudian dari Tanjungpinang dibawa ke Bintan untuk di edarkan,” jelasnya
Sementara dari keterangan BNNK TPI, pengguna Narkoba terbanyak di wilayah Bintan terdapat di Kecamatan Bintan Timur (Bintim). Hal ini dibuktikan dari pengakuan para tersangka sendiri yang menyatakan telah beraksi disana (Bintim) selama 3 tahun terkahir.
Para pengguna narkoba ini pun didominasi umur produktif yakni antara 19 hingga 40 tahun. Meskipun demikian, ia juga tidak menyangka kalau pelajar ada juga yang mengkonsumsi barang yang dapat membahayakan itu.
“Pengguna terbanyak ada diwilayah Bintim. Sedang umur pemakainnya yakni kisaran 19-40 tahun. Namun, bukan berarti pelajar tidak ada pemakai,” pungkasnya.
