Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi

26 Januari 2026

Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030

25 Januari 2026

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

24 Januari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi
  • Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030
  • RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik
  • Warga Batam Geger, Jasad Bayi Tanpa Balutan Ditemukan di Pantai
  • Seluruh Fraksi DPRD Batam Sepakat Dukung Ranperda Lembaga Adat Melayu
  • Manager PLN Anambas Jalin Silaturahmi dengan Wartawan, Dukung HPN 2026
  • Kunjungi BP Batam, Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih Batam
  • Layanan Data Telkomsel Alami Penurunan Kualitas, Tim Teknis Dikerahkan Penuh
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Menurunnya Ekosistem Padang Lamun di Pulau Bintan
Bintan

Menurunnya Ekosistem Padang Lamun di Pulau Bintan

22 Mei 2019Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Inur Eriska, Jurusan Ilmu Kelautan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Oleh : Inur Eriska, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Padang lamun merupakan tumbuhan lamun yang menutupi suatu area pesisir laut dangkal pada saat pasang surut intertidal maupun subtidal yang dapat terbentuk oleh satu spesies lamun atau lebih dengan kerapatan padat atau jarang.

Lamun satu-satunya tumbuhan berbunga (Spermatophyta) yang mampu hidup secara penuh beradaptasi pada lingkungan laut dengan kadar salinitas rendah (perairan payau) hingga salinitas tinggi (halofitik). Ciri-ciri dari Lamun yaitu berpembuluh, berdaun, berimpang (rhizoma), berakar, berkembang biak secara generatif (biji) dan vegetatif (tunas), serta habitatnya tumbuh terbenam dan menjalar dalam substrat berpasir, pasir-berlumpur, dan lumpur.

Salah satu komponen ekosistem laut yang dapat mengurangi karbon dioksida adalah lamun. Padang lamun dapat menyimpan karbon 35 kali lebih cepat dibandingkan hutan hujan tropis, dan dapat mengikat karbon dalam waktu ribuan tahun. Selain itu, ekosistem lamun dapat menangkap sekitar 70% dari karbon organik total yang berada di laut.

Salah satu wilayah yang memiliki potensi dalam menyerap karbon adalah Pulau Bintan. Keberadaan padang lamun yang cukup luas, topografi pesisir Pulau Bintan yang landai dengan substrat berpasir dan berlumpur membuat lamun dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Menurut Kuriandewa dan Supriyadi (2006) terdapat sekitar 2.094 ha lamun yang tersebar di sebelah timur Pulau Bintan, dari Teluk Bakau hingga Tanjung Berangkit, dan ditemukan sekitar 10 spesies lamun. Pada tahun 2015, dari 10 spesies kini berkurang  tinggal 7 spesies  lamun yang di temukan di Pulau Bintan.

Banyak faktor yang menyebabkan spesies lamun ini berkurang salah satunya yaitu kegiatan manusia seperti kegiatan lalu lalang perahu nelayan yang tinggi dan penambangan pasir bouksit yang terus meningkat dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan kondisi padang lamun.

Dampak lalu lalang perahu dan Penambangan bouksit yang berlebihan tersebut membuat menurunnya habitat padang lamun yang ada di Pulau Bintan, padahal Padang lamun memiliki peranan yang sangat penting bagi ekosistem laut terutama biota-biota yang ada dan hidup didalamnya.

Selain itu juga, lamun berperan sebagai sumber utama produktivitas primer atau penghasil bahan organik, tempat asuhan, tempat memijah, sumber makanan bagi biota langka dan penyokong keanekaragaman jenis-jenis biota laut serta bernilai ekonomis dari jasa ekosistem lamun.

Salah satu biota yang hidup di padang lamun dan merupakan hewan langka yaitu Duyung atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dugong. Dugong merupakan hewan herbivora yang sumber makanannya berasal dari Lamun.

Bintan tepatnya di Teluk Bakau hingga ke Tanjung Berakit terdapat padang lamun, akan tetapi karena berbagai aktivitas kegiatan manusia membuat habitat padang lamun tersebut menurun. Itulah yang menyebabkan duyung atau dugong tersebut terancam kepunahan seperti yang terjadi baru-baru ini di pulau bintan atau sekitarnya , untuk menghindari kepunahan tersebut kebanyakan dugong berpindah haluan atau pergi mencari tempat tinggal yang baru.

Begitu pentingnya ekosistem padang lamun bagi biota yang di sekitarnya. Oleh karena itu, kondisi padang lamun di perairan timur pulau Bintan saat ini menjadi sangat penting dalam upaya menjaga dan melestarikan padang lamun khusunya di perairan timur pulau Bintan.

Hal ini selaras dengan dukungan pemerintah setempat terkait dengan perlindungan padang lamun yaitu beberapa desa telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Padang Lamun (KKPL) yang termuat dalam Peraturan Desa Teluk Bakau, KecamatanGunung Kijang, Kabupaten Bintan No. 21 Tahun 2009 dan dikuatkan dengan Surat Keputusan Kepala Bupati Bintan No. 267/VI/2010.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Deby Maryanti Calon Bupati2030, Rony Kartika Siap Tantang? Bagaimana Dengan Roby Kurniawan, Apri Sujadi dan Hafizha?

10 Januari 2026

Joss! Tingkatkan Kecerdasan dan Kesehatan Warga, Roby Serahkan 63.500 Bibit Ikan

9 Januari 2026

Antara Senang dan Duka Warnai Kepergian AKBP Yunita Stevani

8 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
Bisnis
Bisnis

IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi

26 Januari 2026 Bisnis

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Kepulauan Riau menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat peran organisasi dengan…

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030

25 Januari 2026

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

24 Januari 2026

Warga Batam Geger, Jasad Bayi Tanpa Balutan Ditemukan di Pantai

23 Januari 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

IHKA Perkuat Peran Profesi Housekeeping Lewat Program Sosial dan Kompetisi

26 Januari 2026

Raker Pengurus KERABAT–BARKAD Batam Jadi Arah Baru Program Kerja 2025–2030

25 Januari 2026

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

24 Januari 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.