CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dengan membabi buta, keenam pelaku yang tengah minum-minum disebuah warung bandrek memukul, menghantam dan menikam Safrizal Bayan, ketua Rukun Tetangga (RT) 03 Tiban Lama yang mencoba melerai perkelahian.
Begitulah setidaknya gambaran ringkas rekonstruksi atau olah tempat kejadian perkara (TKP), yang digelar Kepolisian dari Polresta Barelang, Selasa (20/9/2016) siang, di lapangan tembak Mapolresta Barelang, Batam.

Dalam aksi itu, sebanyak 6 orang yang ditetapkan sebagai tersangka langsung dibawa dan memeragakan beberapa adegan.
Salah seorang pelaku bernama Atreven Natonis alias Epen, dan Oskar, serta keempat rekan lainnya juga hadir dilokasi. Keenam pelaku ini tampak terdiam dan melakukan beberapa adegan.
Dalam adegan sebelum terbunuhnya Bayan, para pelaku terlebih dahulu menyerang warga yang sedang duduk di warung bandrek.

Para tersangka menyerang dan memukul dengan cara membabi buta memukul dengan tangan, menggunakan gelas, serta memukuli warga yang ada dengan kursi.
Setelah para tersangka menyerang dengan membabi buta. Datanglah Safrizal Bayan, sang ketua RT untuk melerai perkelahian di warung Bandrek tersebut.
Saat Bayan berusaha melerai perkelahian itu, salah seorang pelaku yaitu Epen langsung mengayunkan tangannya ke arah leher korban. Saat itu, darah langsung mengucur dengan derasnya.
Melihat hal itu, keenam pelaku panik dan langsung melarikan diri.

Total ada 19 adegan yang diperagakan, pada adegan ke 14 dan 15 lah sang ketua RT mulai roboh karena luka yang ada dileher dan berlumuran darah.
Atas perbuatannya, masing-masing pelaku dijerat dengan pasal 338 jo pasal 170 ayat (2) ke-1, ke-2 dan ke-3 KUH Pidana. Dengan ancaman penjara 15 tahun, sampai seumur hidup.
Saat itu, kuasa hukum dari keluarga korban, yakni Elisuwita, SH turut hadir dilokasi kejadian. Tak hanya itu, Jaksa Rian dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam juga tampak hadir dilokasi.
