Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum, Kemnaker Targetkan 3.000 Ahli Baru

16 Februari 2026

Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

4 Februari 2026

Bupati dan Wabup Anambas Hadiri Rakornas 2026, Presiden Tekankan Swasembada Pangan dan Energi

3 Februari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum, Kemnaker Targetkan 3.000 Ahli Baru
  • Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa
  • Bupati dan Wabup Anambas Hadiri Rakornas 2026, Presiden Tekankan Swasembada Pangan dan Energi
  • Semarak MTQH Sungai Beduk 2026, Duriangkang Sabet Predikat Juara Umum
  • Dari Rakornas 2026, Batam Perkuat Komitmen Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
  • KKP Mengibul? Kepiting Bintan Ber ‘Jaskan’ Limbah Minyak
  • Agung Widodo Resmi Pimpin Bea Cukai Batam, KPK Catat Harta Kekayaan Rp2 Miliar
  • Amsakar Hadiri Musrenbang Seibeduk, Tekankan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Marak Pemukiman Warga Berdiri Ditepi Jurang, Ini Kata BPBD Batam
Batam

Marak Pemukiman Warga Berdiri Ditepi Jurang, Ini Kata BPBD Batam

12 Juli 2016Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Penampakan pemukiman liar warga yang berdiri tepat disamping lereng terjal, bekas pemotongan (Cut and Fill) oleh Developer atau pihak pengembang | Foto : Junedy Bresly
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Pemukiman atau perumahan warga di Kota Batam, tak jarang berdiri langsung disekitar atau dibawah bukit maupun lereng terjal‎. Bahkan banyak pula pemukiman yang berdiri tepat disamping jurang atau bekas pemotongan bukit (Cut and Fill).

Pantauan tim Central Batam, adapun daftar pemukiman yang berdiri tepat disekitar daerah rawan longsor di Batam, yakni Perumahan Tiban Makmur (Patam Lestari), Perumahan sekitar Komplek Gereja HKBP Bengkong Palapa, serta beberapa perumahan lainnya.

Bongkahan batu besar yang menjebol dinding dapur warga Tiban Makmur, Sekupang, Batam | Foto Junedy Bresly
Bongkahan batu besar yang menjebol dinding dapur warga Tiban Makmur, Sekupang, Batam | Foto Junedy Bresly

Dalam hal ini, tim mengambil lokasi pemukiman warga yang berdiri tepat disekitar daerah pemotongan bukit. Yakni pemukiman liar di‎sekitar bundaran menuju Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Tg. Punggur, atau tepatnya dilahan sekitar pertemuan jalan Jenderal Sudirman menuju jalan Hang Tuah, Batam Centre, Batam.

Penampakan pemukiman liar warga yang berdiri tepat disamping lereng terjal, bekas pemotongan (Cut and Fill) oleh Developer atau pihak pengembang | Foto : Junedy Bresly
Penampakan pemukiman liar warga yang berdiri tepat disamping lereng terjal, bekas pemotongan (Cut and Fill) oleh Developer atau pihak pengembang | Foto : Junedy Bresly

‎Diatas lahan tersebut, terdapat lebih dari 30 pemukiman liar warga yang dibangun diatas lahan tidur.

Rukun Tetangga (RT) pemukiman setempat mengatakan, ia dan seluruh warga memilih mulai menempati lahan tersebut karena telah lama tidur dan tak jelas kepemilikannya.

“Karena itulah kami pilih tinggal disini,” katanya.

Beberapa tahun lamanya, setelah warga tersebut menetap dilahan itu. Kemudian beberapa oknum yang mengaku sebagai pemilik lahan datang dan melakuan pemotongan bukit (cut and fill), hingga hanya menyisakan tebing curam dengan kemiringan hampir 90 derajad (vertikal).

Alhasil, beberapa warga yang rumahnya dekat dengan pemotongan tersebut mengeluh karena takut tergerus longsor.

Selain itu, sang RT juga menyatakan telah ada sekitar 5 rumah warga yang ambruk tergerus longsor dilahan vertikal itu.

“Kemarin ada dua rumah yang ambruk, sebelumnya juga ada tiga. Beruntung tidak ada korban jiwa,” terangnya.

Penampakan pemukiman liar warga yang berdiri tepat disamping lereng terjal, bekas pemotongan (Cut and Fill) oleh Developer atau pihak pengembang | Foto : Junedy Bresly
Penampakan pemukiman liar warga yang berdiri tepat disamping lereng terjal, bekas pemotongan (Cut and Fill) oleh Developer atau pihak pengembang | Foto : Junedy Bresly

Mengingat sangat berbahayanya lokasi pemukiman ini, yang berdiri langsung ditepi jurang.‎ Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam pun angkat bicara.

Melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Siap Siaga BPBD Kota Batam, Zulkarnain, saat dikonfirmasi, Selasa (12/7/2016) pagi mengatakan, pihaknya telah lama memberi imbauan kepada seluruh warga yang rumahnya ada dilokasi ekstrim tersebut.
‎
Melalui berbagai macam imbauan dan peringatan, akan berbahayanya lokasi berdirinya pemukiman tersebut. Pihaknya sering melakukan sosialisasi untuk segera mengungsi atau pindah.

“Tapi ya begini, kalau kita minta pindah, mau kemana lagi? Sementara lahan itupun ada pemiliknya,” kata Zulkarnain.

Dikatakannya juga, imbauan untuk tidak mendirian rumah ditepi jurang atau dibawah lereng bukit terjal, terlebih tanpa adanya bangunan pengaman sudah diberikan dan telah sering kali disuarakan.

Penampakan pemukiman liar warga yang berdiri tepat disamping lereng terjal, bekas pemotongan (Cut and Fill) oleh Developer atau pihak pengembang | Foto : Junedy Bresly
Penampakan pemukiman liar warga yang berdiri tepat disamping lereng terjal, bekas pemotongan (Cut and Fill) oleh Developer atau pihak pengembang | Foto : Junedy Bresly

Namun, beberpa warga tetap memilih tinggal dan menetap disekitar lahan itu, dengan alasan tak punya rumah lagi.

“Sudah kita ingatkan juga, belum lagi curah hujan di Batam ini kan cukup panjang durasinya. Jelas itu sangat berbahaya, jika sewaktu-waktu terjadi longsor,” ujarnya.

Sebagai pengelola fungsi lahan, lanjutnya. Para pengembang (developer) juga dikritik olehnya. 

Dipaparkannya, saat hendak melakukan pemotongan bukit. Sebuah perusahaan atau developer haruslah memastikan lahan tersebut aman dan terbebas dari pemukiman warga.

“Tapi kebanyakan kan begitu, malah dipotong lahannya, meskipun warga masih tinggal. Memang itu lahan mereka, tapi setidaknya pastikan dulu aman sebelum dipotong, jika nanti ada korban yang tergerus longsor? Tetap pengembang yang disalahan. Meskipun pemilik rumah disini juga salah posisinya,” ungkapnya.

Dengan situasi yang sangat berbahaya ini, Zulkarnain berpesan kepada setiap masyarakat yang akan mendirikan atau memiliki rumah disekitar lahan curam atau tebing vertikal, untuk segera mencari posisi aman.‎

“Kemudian, kepada setiap developer yang aan membangun perumahan. Pikirkan juga keamanan warga yng akan tinggal nantinya. Jangan ada bukit, atau jangan lokasi perumahannya lebih rendah. Karena, jika hujan turun bisa banjir dan bisa jadi longsorpun menggerus bila didirikan ditepi bukit atau jurang, maupun lereng terjal,” ungkapnya.‎

 

Penulis : Junedy Bresly

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum, Kemnaker Targetkan 3.000 Ahli Baru

16 Februari 2026

Bupati dan Wabup Anambas Hadiri Rakornas 2026, Presiden Tekankan Swasembada Pangan dan Energi

3 Februari 2026

Semarak MTQH Sungai Beduk 2026, Duriangkang Sabet Predikat Juara Umum

3 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
Batam
Batam

Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum, Kemnaker Targetkan 3.000 Ahli Baru

16 Februari 2026 Batam

CENTRALBATAM.CO.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Asosiasi Lembaga Pembinaan K3 Indonesia (ALPK3I) meluncurkan…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

4 Februari 2026

Bupati dan Wabup Anambas Hadiri Rakornas 2026, Presiden Tekankan Swasembada Pangan dan Energi

3 Februari 2026

Semarak MTQH Sungai Beduk 2026, Duriangkang Sabet Predikat Juara Umum

3 Februari 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum, Kemnaker Targetkan 3.000 Ahli Baru

16 Februari 2026

Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

4 Februari 2026

Bupati dan Wabup Anambas Hadiri Rakornas 2026, Presiden Tekankan Swasembada Pangan dan Energi

3 Februari 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.