CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Menjelang perayaan hari Natal dan Tahun 2016 ini, Pemkab Bintan mengadakan rapat bersama SKPD terkait. Hal ini dilakukan untuk mengawasai lonjakan harga kebutuhan pokok yang bisa berefek pada inflasi daerah.
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup), Dalmasri Syam itu, diadakan di Ruang Rapat 2 Kanto Bupati Bintan Bunyu, Sesala (13/12/2016).
Pada kesempatan itu, Dalmasri meminta Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Bintan agar menjelang hari H itu tidak terjadi lonjakan harga yang fantastis.
“Mohon ditinjau terus perkembangan haraga bahan pokok menjelang hari Natal dan Tahun baru ini. Sehingga daerah kita tidak terjadi inflasi,” ujar Dalmasri.
Kemudian, ia juga meminta agar SKPD terkait terus memberikan laporan terkait harga-hara Sembilan Bahan Pokok (Sembako) diwilayah Bintan. Ia mengatakan hal ini diperlukan kata sebagai acuan terhadap Pemkab dalam mengambil tindakan antisipasi kenaikan harga.
Dalam agenda rapat yang membahasa tentang Ketahanan Pangan tersebut, diketahui bahwa berdasarkan Survey yang dilakukan oleh Bank Indonesia hingga November 2016 terdapat hampir di seluruh wilayah Provinsi Kepri , komoditas Cabe Merah merupakan komoditas penyumbang inflasi yang paling tinggi, dan rata-rata laju Inflasi Kepri hingga November mencapai 0,79% ( mtm ) .
Sementara itu , berdasarkan data yang didapat di lapangan Plt Kepala Badan Penyuluh Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan Khairul mengatakan bahwa mengenai Ketersediaan Beras, Gula Pasir, Minyak Goreng , Daging Sapi serta Sayur-sayuran hingga awal tahun 2017 , stok bahan pokok di Kabupaten Bintan masih tergolong aman .
“Pengawasan atas ketersediaan bahan-bahan pokok terus kita lakukan , beberapa komoditas juga telah kita data , hal ini perlu disinkronisasikan di setiap Kecamatan ” ujarnya .
Hadir pada kesempatan tersebut , Plt Sekda Kabupaten Bintan RM.Akib Rachim, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Bintan Ahmad Izhar , Sekretaris Dinas BPMPKB Roni Kartika, Kabag Ekonomi, Kabag Hukum , Jajaran Bank Indonesia serta Instansi Vertikal terkait .

