CENTRALBATAM.CO.ID, MEDAN-Kedatangan ‘Tamu’ misterius, saat berlangsungnya ibadah di Gereja Katholik St. Yosep, sempat membuat Pastor yang hendak menerangkan Injil mengucap doa.
Ya, melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan datang dengan memegang sebilah pisau dan ditubuhnya melekat bom rakitan. Sang Pastor langsung mengucapkan beberapa kalimat, berharap keadaan dapat dipulihkan.
“Tuhan, Tolong Jaga Kami,” ungkap sang Pastor, sesaat setelah pria yang disebut-sebut tamu misterius ini datang membawa pisau dan bom.
Tak lama setelah mengucap doanya, kondisi seakan tak terduga-duga.
Letupan yang berujung nyala api langsung membuat sang pria tersebut terjatuh. Letupan yang berasal dari dalam jaket yang dikenakan pria tersebut, langsung membuat pembawa bom dan pisau ini tak berdaya.
Seakan terdengar harapan dalam doa-doanya, sang Pastor pun langsung memegangi pelaku dan mencoba mengamankannya bersama dengan jemaat lainnya.
“Puji Tuhan, kami diselamatkan dari ancaman dan bahaya bom itu. Kami tak tahu bagaimana, jika bom itu meledak. Syukurlah, Tuhan mendengar,” ucapnya lega.

Diketahui, pria yang diduga hendak meledakkan diri didalam gereja tersebut, melengkapi diri dengan bom yang melekat di tubuhnya
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.30 WIB, Minggu (28/8/2016). Saat itu, ketika jemaat Gereja ST Yosep sedang membaca Injil dan pastor hendak memberikan ceramah. Tiba-tiba pria tak dikenal ini langsung datang kedepan mimbar, dihadapan ratusan jemaat.
“Dia pakai jaket, bawa tas dan memegang sebilah pisau. Sepertinya dia mau menyerang Pastor didepan,” kata Risca, salah seorang jemaat Gereja Katholik ST. Yosep, dijalan Dr. Mansyur, Medan, Sumatera Utara.
Dikatakannya juga, pria itu tampak mengeluarkan benda menyerupai gulungan kabel dari balik jaket yang dikenakannya.
Tak lama, Risca menerangkan, tiba-tiba keluar api dari tubuh Orang tidak dikenal (OTK) ini. Dengan letupan yang lumayan kencang, sempat membuat jalannya ibadah terhenti.
Melihat pria itu kewalahan dengan ledakan tersebut, para jemaat pun langsung mengagalkan aksinya dan menghubungi polisi.
“Habis itu, kita langsung coba telepon polisi,” ucapnya.
Hingga kini, situasi digereja tersebut masih mencekam. Sementara, gereja yang sempat beraktifitas peribadatannya itu tampak mencekam dan membuat ratusan jemaat gereja takut.

