CENTRALBATAM.CO.ID, RIAU-Asap, hasil dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) sepertinya menjadi langganan tahunan masyarakat di Provinsi Riau.
Terpantau sejak pagi, hingga sore hari llu, Jumat (26/8/2016). Titik api yang ada di Riau terus membara.
Berdasarkan data yang disajikan Satelit NASA, yakni Terra dan Aqua yang kemudian dipaparkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan). Diperoleh ada sebanyak 65 titik api yang terpantau di Riau.

Terpantau, ada 2 titik api dengan akurasi 51-60%, 11 titik di 61-70%, 9 titik di 71-80% dan 43 titik api dengan akurasi paling tepat, yakni 81-100%. Sehingga, terhitung sebanyak 65 titik api terus membara dan menghasilkan asap pekat diwilayah Riau.
Atas hal itu, saat dikonfirmasi, tim terpadu penanggulangan Karlahut di Riau yakni gabungan TNI-Polri, BPBD, Damkar, Tim SAR dan beberapa personel lainnya menegaskan bahwa kondisi Riau kian memprihatinkan.
Kondisi ini ditegaskan, dengan semakin pekatnya asap di Provinsi penghasil Minyak dan Gas terbaik di Indonesia, yakni Riau.
“Kebakaran kian meluas, sementara asapnya kian pekat. Ini sudah masuk status merah sebetulnya,” kata Arya, salah seorang dari tim terpadu.
Selain di Riau, titik api juga terpantau di Kalimantan bagian Barat (Kalbar). Hingga sore lalu, terpantau 4 titik api dengan akurasi 51-60% sebanyak 1 titik, 61-70% 1 titik, 71-80% 1 titik dan 81-100% 1 titik.
Jumlah ini cenderung berkurang drastis, dengan jumlah Hot spot beberapa hari sebelumnya yang mencapai ratusan titik api.
Hingga kini, tim Central Batam masih mencari data terbaru mengenai penyebaran titik api di Riau dan Kalimantan Barat.

