CENTRALBATAM.CO.ID, NATUNA – Kapal Republik Indonesia (KRI) Kapitan Pattimura 371 berhasil melakukan aksi penyelamatan terhadap seorang nelayan yang terombang-ambing dalam sebuah kapal di Perairan Laut Natuna pada Rabu (19/1/2022).
Diketahui kapal nelayan yang diawaki seorang diri tersebut mengalami kerusakan mesin (mati mesin) dan sempat terapung selama lebih dari delapan jam.
Hal itu disampaikan oleh Komandan KRI Kapitan Pattimura 371, Letkol Laut (P) Valentino Pasalbessy
Ia mengatakan bahwa nelayan tersebut bernama Herman Sugiarto (24).
Nelayan asal Natuna ini melepaskan bajunya guna memberikan isyarat kepada Kapal Perang KRI Kapitan Pattimura 371 untuk mendapatkan pertolongan.
“Kapal nelayan ini mengalami kerusakan mesin di Laut Natuna Utara atau 7 nm dari daratan tenggara Pulau Bunguran,” kata Valentino.
Mengetahui hal itu KRI Kapitan Pattimura 371 yang melaksanakan patroli di Laut Natuna Utara langsung mendekati kapal nelayan tersebut.
“Akibat gelombang yang cukup tinggi hingga 2 meter dan kecepatan angin mencapai 25-30 knot, evakuasi mengalami kesulitan. Meskipun demikian, setelah beberapa jam akhirnya nelayan berhasil dievakuasi ke Kapal KRI Kapitan Pattimura 371 pada Rabu malam,” jelasnya.
Nelayan yang berhasil dievakuasi ini selanjutnya diserahkan ke Pangkalan TNI AL Ranai untuk diperiksa kesehatannya.
Serah terima nelayan ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Komandan KRI dan Komandan Lanal Ranai.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL Ranai, Kolonel Laut (P) Dofir menghimbau kepada nelayan Natuna untuk tidak melaut di saat cuaca ekstrem.
“Para nelayan dihimbau untuk mengurangi kegiatan di Laut Natuna Utara terlebih dahulu. Pasalnya saat ini sedang musim angin utara dengan gelombang yang sangat tinggi. Selain itu, diharapkan juga para nelayan untuk membawa alat keselamatan saat melaut,” kata Dofir.
Sementara itu, Herman menceritakan saat kemalangan yang meninpa dirinya, bahwa pada Rabu, 19 Januari 2022 ia pergi melaut.
Namun kemudian kapal yang ia bawa mengalami mati mesin.
“Setelah beberapa jam saya terombang-ambing di laut, saya sempat meminta pertolongan kepada kapal nelayan yang lewat, namun sayangnya mereka tidak menyadari isyarat yang saya berikan,” ujar Herman.
Tak lama berselang, Herman mengaku beruntung karena melihat KRI Kapitan Pattimura 371 dan kemudian ia melambaikan tangan dan melepaskan baju untuk memberi isyarat agar dapat diselamatkan.
“Syukurnya setelah terombang ambing di laut sekitar 8 jam, akhirnya saya dapat pertolongan dari KRI Kapitan Pattimura 371,” tuturnya.
Setelah tiba di Ranai, nelayan ini diserahkan ke orangtuanya.
Dengan adanya kejadian ini Komandan Guspurla Koarmada I berpesan kepada setiap Komandan KRI bahwa sudah menjadi tanggung jawab setiap prajurit dalam melaksanakan misi kemanusiaan seperti evakuasi, penyelamatan dan lainnya, hal tersebut sudah tertanam dalam Sapta Marga dan delapan wajib TNI.(put)
