CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai satuan pengamanan dengan tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mereka dibekali berbagi keahlian.
Selain dari keahlian seperti bela diri, memegang senjata dan lain sebagainya, mereka juga punya jiwa berani mati demi tugas dan tanggungjawab. Namun, ternyata dibalik itu semua mereka memiliki kekhawtiran sendiri. Kekhawtiran ini ada pada saat korps penjaga kesatuan NKR ini menghadapi dua kelompok warga yang sedang bertingkai menggunkan senjata.
Hal ini disampaikan oleh seorang TNI yang telah bertugas selama 23 tahun, Kolonel Inf, Parjiyo saat ditemui awak media di Kamp latihan militer di Desa Toapaya, Senin (26/9/2016). Ia mengatakan, jika perang dengan musuh baik dari luar maupun dalam ia selalu siap apapun yang terjadi. Sebab yang dipikirkan saat menghadapi musuh adalah bagaimana mengalahkannya.
Ia menceritakan, kejadian ini ia alami saat menjadi Komando pengamanan pertingkaian antara warga di Ambon pada tahun 2000. Selama menjadi Komando ia menghadapi warga yang tidak memiliki permusuhan dengan TNI. Namun saat kedua kelompok yang sedang bertingkai itu perang menggunakan senjata rakitan beberapa peluru hampir nyasar ke dirinya.
“Kalau perang sama musuh kan kami bisa antisipasi karena kami tahu dia menyerang kami. Tapi saat itu kami mengamankan kedua kelompok A dan B yang sedang perang. Mereka tidak menyerang kami, tapi senjata mereka itu sering kami yang jadi sasarannya,” ujar Parjiyo mengenang.
Ia mencontohkan, pada saat diutus ke Timor-timur (saat ini Timur Leste) pada tahun 1997 hingga 1998. Saat itu, ia tidak pernah memiliki keraguan baik untuk menyerang maupun untuk bertahan.
“Nah, kalau saya diutus di Timor-timur musuhnya jelas. Jika mereka angkat senjata kami langsung balas. Tapi saat di Ambon warga angkat senjata bukan menyerang kami, tapi senjata mereka bisa kami yang kena. Makanya bagi saya itu lah yang paling susah dan kami khawtirkan,”tegasnya.
“Kan tidak mungkin kita serang warga?,” tambahnya.

