CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Sehari setelah penangkapan 41 Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal di salah satu resorts kawasan pariwisata Lagoi bay, Clubmed, memicu kemarahan masiswa Kepri. Pasalnya menurut mereka masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang butuh pekerjaan karena masih menganggur.
“Tak usah dulu bicara Indonesia pada umumnya lah, kita lihat aja di Kepri atau Bintan sendiri masih banyak pengangguran,” salah satu aktifis mahasiswa, M Fhirman Aqrabi pada centralbatam.co.id, Rabu (18/1)
“Ini yang saya katakana ancaman serius bagi NKRI,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ditengah himpitan ekonomi saat ini dan ditambah dengan banyaknya pengangguran sangat mudah menimbulkan berbagai permasalahan serius dan mengancam keutuhan NKRI. Salah satu masalah utama adalah meningkatnya tindak kriminalitas.
Kemudian, katanya lagi, pengangguran juga dapat M dapat meningkatna anak jumlah anak jalanan dan timbulnya demonstrasi masyarakat yang menuntut keadilan. Bahkan dapat meningkatkan jumlah putus sekolah karena orangtua tidak sanggup membayar uang sekolah.
“Ini lah yang saya maksudkan dapat merusak keutuhan NKRI sendiri. Karena masyarakat yang merasa tidak adil bisa melakukan demo dimana-dimana menuntut keadilan agar mengutamakan anak bangsa,” jelasnya masiswa yang aktif diberbagai organisasi ini.
Lebih lanjut ia katakan, pengangguran di Indonesia sebenarnya bisa teratasi apabila penertiban TKA benar-benar dijalankan. Karena dengan keberadaan ke 41 TKA misalnya telah membuat 41 warga kehilangan keempatn bekerja.
Untuk itu, ia meminta pemerintah dalam hal ini Pemkab Bintan menindak tegas Clubmed. Jika pemerintah dalam waktu dekat tidak tindak, seluruh mahasiswa Kepri siap serbu Clubmed.
“Jadi kita bukan anti sama pengusaha Asing loh ya, kita hanya minta masyarakat tempatan diperioritaskan. Kalau pemerintah tidak tindak, kita sendiri yang akan gerak,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Imigrasi kelas II Tanjunguban amankan sebanyak 41 TKA yang berasal dari 18 Negara. Ke 41 TKA itu disinyalir bukan pekerja ahli karena tidak memiliki keahlian khusus sebagai bukti bahwa mereka tenaga kerja ahli.
“Kalau mereka memiliki keahlian khusus, karena kalau mereka memilikinya, maka pastinya mereka akan mendapatkan visa kerja. Kalau sekarang yang kita tangkap ini semua hanya memiliki Surat Izin Tinggal Terbatas (ITAS),” ujar Humas Imigrasi Tanjunguban.
Terkait
