CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Berdasarkan pantauan awak media di beberapa pasar tradisional dipasar di jual rata-rata Rp.80 -85 per kilo gram. Jika disbanding harga sepekan sebelumnya, harga cabe Cuma Rp.60 ribu.
Akibat kenaikan harga drastis ini membuat beberapa Ibu Rumah Tangga (IRT) mengeluh dan memilih membeli cabe per ons. Karena jika dipaksakan membeli per kilos setiap belanja, bisa jadi jajan anaknya di sekolah ikut dipangkas.
“Ya, saya terpaksa membeli per ons saja. Karena kalau harus beli per kilo bisa jadi anak saya yang sekolah gak dapat jajan,” ujar Dwi saat ditemui di pasar Kawal, Selasa (11/10/2016).
Lebih lanjut ia kenaikan harga cabe ini memang tidak begitu ia resahkan. Sebab sehari kebutuhan cabe dirumahnya sekitar 2ons. Sehingga meskipun harganya naik tidak begitu ia pedulikan.
“Tak, kenaikan cabe ini saya tidak begitu pusing. Yang saya khawtirkan ini isu pemotongan gaji suami saya yang merupakan PNS. Kalau gaji dia jadi potong nantinya ya pasti terasa banget harga segini,” ujar wanita yang mengaku istri PNS di Bintan ini.
Sementara itu, Disperindag Bintan mengatakan, kenaikan cabe saat ini disebabkan pemasok dari luar daerah sedang gagal panen. Fenomena La nina dinilai penyebabnya.
“Yang jelas bukan karena ada penimbunan lah, memang petani di Jawa tanamannya banyak gagal panen akibat badai elmino yang melanda daerah tersebut,”kata Setia Kurniawan, dari Disperindag Bintan.

