CENTRALBATAM.CO.ID, ACEH – Hingga tengah malam tadi, Rabu (7/11/2016) sekitar pukul 23.07 WIB, gempa susulan masih terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Gempa tektonik yang terjadi secara tiba-tiba layaknya maling yang beraksi ditengah malam itu membuat warga lari ketakutan dan keluar rumah.
Akan gempa-gempa susulan itu, warga Pidie Jaya merasa tidak nyaman dan memilih tetap berada diluar rumahnya.
Terhitung sejak siang, hingga tengah malam. Lebih dari 5 kali gempa susulan yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya.
Warga yang takut kembali kerumah pun memilih bermalam di posko-posko darurat yang didirikan, serta rumah-rumah ibadah pun dijadikan sandaran melalui malam.
“Kami takut pulang ke rumah, nanti kalau gempa lagi bagaimana?” kata Roeslan, salah seorang korban yang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan saat gempa.
Dikatakannya juga, kondisi rumah kebanyakan di lokasi itu tampak retak parah. Itulah yang kemudian menjadi ketakutan warga untuk pulang dan bermalam dirumah masing-masing.
“Iya, sudah retak semua. Jadi kalau nanti gempa, bisa rubuh rumah kami. Nanti malah tertimbun, kan bahaya,” ucapnya.

