BERBAGI
Massa penolak UWTO yang tiba di depan Gedung BP Batam dan menggebrak gerbang, Senin (2/11/2016) | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dua jam yang terasa cukup lama, begitulah penantian akan rapat tertutup, yang digelar oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (15/11/2016) lalu.

Rapat tertutup itu digelar, guna membahas tarif dasar uang wajib tahunan otorita (UWTO) serta peraturan menteri keuangan (PMK) 148.

Acara yang dilangsungkan di Swiss Belhotel, Harbourbay Batam itu, cukup menyita perhatian. Dimana, setiap keputusan yang diambil didalamnya dapat mempengaruhi setiap sektor, elemen dan kehidupan masyarakat di Batam.

Rapat pun usai, adapun kesimpulan yang disepakati dalam pertemuan tertutup itu berupa ‘penundaan sementara’ penerapan tarif UWTO  dan PMK akan direvisi.

“Sepakat ditunda dahulu,” kata Menko Perekonomian, Darmin Nasution, Selasa (15/11/2016) usai rapat itu.

Selain Darmin, juga hadir jajaran pejabat BP Batam, pengusaha, serta elemen masyarakat yang sangat menantikan hasil pembahasan tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY