CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kabar gembira datang dari kaum akademisi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ya, kabarnya salah seorang akademisi yang berprofesi sebagai dosen di Batam ini telah mendunia dengan karya tulisnya.
Rahmanidar namanya, wanita yang akrab disapa Bunda ini ternyata punya senjata ampuh diujung mata penanya.
Mengajar di Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam, dengan latar belakang pendidikan Ilmu Hukum. Rahmanidar tak kalah lihai dalam merangkai bait per bait puisi, meski hari-harinya penuh dengan pembahasan Undang-undang dan berbgai macam peraturan yang ada.
Telah lama ia mulai menekuni karya tulis berupa puisi, namun baru-baru inilah rangkaian kalimat nan indah yang dituangkanya dalam secari kertas mulai mendunia dikalangan para penulis Internasional.
Kerap menulis puisi disaat sepi dan ditengah keramaian, sukses mengantarkan Dosen dengan gelar Magister Hukum (MH) ini kepanggung Internasional.

Ya, hasil karya tulisnya ini juga sangat penuh dengan ungkapan makna. Karena itulah, dua dri ratusan bahkan ribuan puisi yang telah ia buat langsung dibukukan dalam ‘Antologi Puisi’ yang berjudul ‘Yogya Dalam Nafasku’.
Tak hanya dibukukan dalam buku kumpulan puisi para penulis hebat itu. Ternyata Rahmanidar juga mendapat kehormatan untuk langsung membacakan puisinya di panggung Seminar Internasional Sastra Antar Bangsa Indonesia – Malaysia 2016.
“Iya, dua karya bunda masuk dalam buku. Dan bunda dapat kehormatan untuk bacakan satu puisi ciptaan sendiri, dalam perhelatan akbar itu,” kata Bunda, demikian mahasiswa dan mahasiswi binaanya memanggil Rahmanidar.
Mengangkat tema ‘Menuju Kebudayaan Nusantara yang Inklusif dan Regional’. Membawa Rahmanidar bertemu dengan para penulis hebat dari tanah air, hingga mancanegara.

Antologi Puisi sendiri, merupakan buku yang dibuat khusus untuk merangkum sekitar 200-an puisi arya para penulis Lokal dan Dunia. Nah, dua puisi karya Rahmanidar ternyata mampu menyaingi karya penulis lainnya hingga tercatat dalam buku itu.
Adapun puisi yang dibukukan, asli hasil karya Bunda ialah ‘Lembu Fakir Fikir dan Sorban Hijau’ serta satu puisi lagi yang tertulis dan juga dibacakannya dihadapan sekitar 400 delegasi negara-negara sahabat dari Malaysia, Singapura, Moscow, Thailan dan Filipina berjudul ‘MengenangMu Kekasih’.
Puisi yang dibacakan dimuka dunia itu sukses menghibur dan membuat para penonton terharu terbawa suasana dramatik yang dibubuhkan bunda dalam tiap bait puisinya.
Sultan Hamengkubuwono X yang meresmikan acara, serta Kepala Pusat Kebudayaan Khusnadi Hardjo (PKKH) UGM, Yogyakarta, Prof. Dr. Faruk. SU yang memberi kata sambutan, turut memberi tepuk tangan meriah baginya.
Hebat, dramatik, romantis, dan sukses menggugah hati para pendengar puisinya. Itulah yang berhasil dilakukan bunda dalam perhelatan akbar tersebut yang berlangsung pada 14 sampai dengan 18 September 2016 lalu di UC Club Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
“Ya itulah keembiraan yang tak terlupakan, kalau dibilang banyak ide.. Tidak juga, hanya saja bisa menuangkan isi hati. Kadang saat senang, duka, sepi, ramai, bahkan saat demonstrasipun saya pikir bisa menghasilkan karya tulis luar biasa,” ucapnya.

Selain itu, rangkaian puisi Rahmanidar juga telah terbit di beberapa media ternama dan telah dibacakan langsung dibeberpa lokasi seperti di Malaysia beberapa saat lalu atas undangan kehormatan Komunitas Sastra. Tak hanya itu, ternyata ia juga sempat menghadiri temu sastra 8 Negara di Aceh pada Juli lalu.
Meski berlatar belakang sebagai seorang Dosen dibidang ilmu Hukum. Namun bakat sastrawan bertalenta multi ini tetap dimiliki Rahmanidar, hingga ia mendapat kehormatan dimata dunia hanya lewat tulisan yang berasal dari ungkapan hatinya itu.

