BERBAGI
Ketua DPD LSM Forkorindo Kepri

CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pengadaan mobil jenazah dari Biro Perlengkapan Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2014 kini menjadi sorotan.

Pasalnya proyek pengadaan yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut diduga sarat manipulasi dan rekayasa. Hal itu terlihat dari variasi harga yang berbeda-beda setiap unitnya.

Sebagaimana data yang didapat, di dalam rancangan umum pengadaan Biro Perlengkapan Provinsi Kepri tahun 2014 terdapat variasi harga dalam pengadaan mobil jenazah tersebut.

Ada 1 unit pagunya Rp 350 juta dan ada juta 1 unit pagunya Rp 400 juta. Kemudian pengadaan untuk 6 unit pagunya Rp1.278.000.000.

Artinya kalau dibagi 6 unit berarti 1 unit pagunya Rp 213 juta dan ada untuk 4 unit pagunya Rp 1,1 miliar kalau dibagi 4, berarti 1 unitnya sekira Rp 275 jutaan.

Baca Juga:  Sempat Tersiar Kabar Perwira Pertama Ditangkap Mabes Polri, Berikut 4 Fakta Penangkapan Polisi Pesta Narkoba

Perbedaan harga tersebut, tentu saja menimbulkan kecurigaan publik, mengapa bisa ada perbedaan harga. Apakah spesifikasi atau merek mobilnya. Namun bila dilihat dari keberadaan fisik mobil jenazah tersebut jenis dan mereknya serupa.

Ketua DPD LSM Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Provinsi Kepulauan Riau, Parlindungan Simanungkalit yang ikut menyoroti persoalan pengadaan mobil jenazah itu ikut mempertanyakan adanya perbedaan harga pada pengadaan mobil jenazah oleh Biro Perlengkapan Provinsi Kepri

“Mengapa bisa setiap unit mobil jenazah tersebut bisa bervariasi setiap harga unitnya, padahal jenis dan spesifikasinya sama, inikan aneh namanya,” ujarnya.

Dia menduga, pengadaan mobil jenazah itu, sarat dengan dugaan mark-up dan manipulasi antara penyedia barang dan oknum di Biro perlengkapan Pemprov kepri.

Baca Juga:  Lebaran di Harris Resort Barelang Aja, Ada Penawaran Khusus Lho..!

“Sampai saat ini masyarakat juga tidak tahu didistribusikan kemana saja mobil jenazah itu, tidak ada publikasi atau pemberitahuan ke masyarakat,” katanya.

“Sepertinya ada yang disembunyikan, seolah-olah masyarakat tidak boleh mengetahuinya,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar penegak hukum khususnya Kejaksaan Tinggi untuk segera memeriksa kepala biro perlengkapan pemprov kepri, agar persoalan pengadaan mobil jenazah jelas.

Untuk mendukung Kejati kami LSM Forkorindo dalam waktu dekat ini akan segera melaporkan permasalahan pengadaan mobil jenazah oleh Biro Umum Pemprov Tahun 2014 tersebut ke Kejaksaan Tinggi Kepri.

Saat media ini menghubungi dan mengkonfirmasi Martin selaku biro umum Provinsi Kepulauan Riau melalui pesan WhatsApp terkait pengadaan ambulan tersebut. Martin membacanya dan lalu membelokir nomor media ini. (leo)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan