CENTRALBATAM.CO.ID, JOHOR BHARU – Bendera Merah Putih berkibar megah di halaman Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jalan Taat No. 46, Off Jalan Tun Abdul Razak, Johor Bahru, Malaysia. Di sampingnya, bendera ASEAN turut berdiri tegak, melambangkan peran Indonesia dalam kerja sama kawasan Asia Tenggara.
Sabtu siang (7/3/2026), rombongan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Riau berkunjung ke kantor KJRI Johor Bahru. Kedatangan mereka disambut oleh Dhania Afini Lestari, Pelaksana Fungsi Konsuler II KJRI Johor Bahru.
Suasana kantor konsulat terlihat lebih tenang dibanding hari kerja. Maklum, kunjungan berlangsung pada akhir pekan. Meski demikian, seluruh area kantor tampak tertata rapi dan bersih.
Ruang tunggu dalam gedung konsulat memberikan kesan hangat dengan interior kayu solid yang mengilap serta kursi dengan sandaran anyaman rotan. Perpaduan desain tersebut membuat ruangan terlihat sederhana namun tetap estetis dan nyaman.
Aroma bunga segar pun memenuhi ruangan. Beberapa karangan bunga terlihat tersusun rapi di sudut ruangan.
“Karangan bunga ini dikirim sebagai ucapan belasungkawa atas wafatnya mantan Wakil Presiden RI, Bapak Try Sutrisno,” ujar Dhania.
Ucapan duka semacam itu, lanjutnya, biasanya diberikan kepada tokoh negara seperti mantan presiden dan wakil presiden. Diketahui, Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, wafat pada 2 Maret 2026.
Sambil menunggu agenda pertemuan dimulai, rombongan SMSI Kepri berbincang santai dengan para staf konsulat mengenai berbagai pengalaman menjalankan tugas diplomatik. Pembahasan mengalir mulai dari tantangan hingga dinamika dalam melayani warga negara Indonesia di negeri orang yang memiliki aturan berbeda.
Tak lama kemudian, Abdul Hamid dari bagian Penerangan, Sosial, dan Budaya turut bergabung. Diskusi pun semakin hangat.
Perbincangan sempat terhenti ketika sebuah SUV hitam berhenti di depan lobi kantor. Dari balik kemudi turun seorang pria paruh baya berkacamata dengan wajah ramah. Ia datang tanpa pengawalan karena hari libur.
Pria tersebut adalah Sigit Suryantoro Widiyanto, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru.
Dengan penuh kehangatan, ia menyapa para tamu didampingi staf KJRI lainnya, yakni Erry Kananga serta Atika Andriani dari bidang Penerangan, Sosial dan Budaya.
Pertemuan kemudian dilanjutkan di ruang rapat lantai dua. Meski berlangsung secara resmi, suasana diskusi terasa santai layaknya sarasehan.
Berbagai topik dibahas, mulai dari tugas diplomasi hingga strategi penanganan persoalan pekerja migran Indonesia (PMI), baik di sektor formal maupun informal.
Menurut Sigit, wilayah kerja KJRI Johor Bahru mencakup empat negeri di Malaysia, yakni Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Pahang.
Jumlah warga negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut mencapai sekitar 147.634 orang. Rinciannya, 116.432 WNI berada di Johor, 13.640 di Melaka, 6.634 di Negeri Sembilan, dan 10.923 di Pahang.
“Setiap bulan tercatat sekitar dua ribu WNI masuk secara resmi ke wilayah kerja kami,” jelasnya.
Di luar angka tersebut, diperkirakan masih terdapat WNI yang tidak memiliki dokumen resmi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi KJRI dalam memberikan perlindungan dan pelayanan.
Karena itu, Sigit menegaskan kepada seluruh jajaran stafnya agar selalu mengedepankan pelayanan maksimal kepada setiap WNI yang menghadapi masalah.
“Tidak boleh ada WNI yang dibiarkan menghadapi persoalan sendirian. Kami berupaya melakukan pendampingan hingga ditemukan solusi, termasuk bila harus dipulangkan ke Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga berbagi pengalaman selama menjalankan tugas diplomatik. Beberapa pendekatan yang dilakukan bahkan terkadang membutuhkan langkah kreatif di luar pola biasa untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks.
Menariknya, sebelum menjadi diplomat, Sigit pernah berkarier sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi nasional. Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya membangun hubungan yang baik dengan media.
Menurutnya, kecepatan informasi, ketajaman analisis, serta ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penting dalam menjalankan kepemimpinan di perwakilan RI di luar negeri.
Berkat pendekatan tersebut, KJRI Johor Bahru kerap masuk dalam lima besar kategori Best Performing Pengelolaan Media Citizen Journalism dari 131 perwakilan Indonesia di berbagai negara.
Dalam kesempatan itu pula, SMSI Pusat melalui SMSI Kepulauan Riau menyerahkan Piagam Penghargaan Sahabat Pers kepada KJRI Johor Bahru.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Allib Murniman selaku Bendahara SMSI Kepri, didampingi Indra Helmi dan Sarah Melina.
“Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, dukungan, dan sinergi yang telah terjalin bersama insan pers, khususnya SMSI Kepri, dalam membangun komunikasi yang harmonis serta mendukung penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat, terutama bagi para pekerja migran kita,” ujar Allib saat menyerahkan piagam.
Menutup pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas rencana kerja sama ke depan antara KJRI Johor Bahru dan SMSI Kepri, khususnya dalam memperkuat penyebaran informasi terkait kawasan perbatasan serta perlindungan pekerja migran Indonesia.
Rencana kolaborasi tersebut akan dimatangkan dalam waktu dekat.(allib murniman)

