CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Jajaran penyidik dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang bergabung dalam satuan tugas khusus (satgasus) masih memeriksa sejumlah pejabat dan staf Badan Pengusahaan (BP) Batam di ruang Sasana R Soeprapto, lantai tiga kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kamis (2/2/2017).
Sejak dimulainya pemeriksaan pagi tadi, tim satgasus tersebut masih terlihat melakukan beberapa kegiatan di ruang tersebut.
Mulai dari berbincang-bincang dengan raut wajah serius, membuka beberapa berkas, lembaran kertas yang ditumpuk, serta beberapa dokumen yang disemat didalam map berbagai warna pun turut dibolak-balik.
Sepanjang pemeriksaan, jajaran Jampidsus Kejagung RI berpakaian batik hijau terus mencecar pejabat BP Batam dengan berbagai pertanyaan seputar temuan panas Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI di kubu BP Batam.

Pantauan di lokasi, sesekali pejabat BP Batam dan Jampidsus Kejagung RI bergantian keluar ruangan, untuk melaksanakan ibadah.
Secara tegas, pemeriksaan pejabat dan staf BP Batam ini dilakukan, lantaran diduga terkait dengan hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI beberapa waktu lalu.
Temuan itu sendiri seolah menjadi bola panas, yang tak kunjung terungkap dan hingga kini dicari kepastiannya. Karena tak kunjung terungkap, pejabat dan staf BP Batam pun terimbas karena harus bolak-balik diperiksa.
Pemeriksaan itu sendiri telah berlangsung sejak November 2016 lalu, akan tetapi jajaran Jampidsus Kejagung RI tak kunjung mendapatkan titik terang terkait temuan BPK RI yang mencurigakan itu.
Meski telah berlangsung beberapa kali, temuan yang terus dikuak faktanya itu tak kunjung terpampang. Satuan tugas khusus (Satgasus) Kejagung RI itu pun seolah kesulitan untuk mengungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Susilo, Ketua tim Satgasus Penyidik Kejagung RI menyatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya melakukan penyelidikan.
“Masih diperiksa, kan pemeriksaan tak ada batasnya. Selama masih perlu, ya kita harus terus periksa,” tegasnya.
