CENTRALBATAM.CO.ID, NATUNA – Polres Natuna menggelar Curhat dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Natuna dan tokoh jurnalis Natuna dalam rangka membangun kebersamaan ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Kegiatan ini berlangsung. di Ranai Sequare, Jumat (30/12/2022).
Dipimpin langsung oleh Kapolres Natuna, AKBP Iwan Aryandhi dan dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Natuna, Budi Darmawan, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda, Ketua FKUB Natuna, Umar Natuna dan seluruh tokoh agama dari lintas agama.
Dalam kesempatan tesebut, AKBP Iwan mengatakan, acara Curhat merupakan program Polres Natuna yang dijalankan secara rutin. Tujuannya untuk mendengarkan curhatan para tokoh dan masyarakat terkait Kamtibmas.
“Jadi karena ini acara Curhat maka kita tak perlu tegang-tegang dan tak perlu sungkan, sampaikan saja apa yang hendak disampaikan,” serunya membuka acara.
Kegiatan ini digelar juga berkenaan dengan adanya momen Natal dan tahun baru untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang momen tahun baru.
“Tapi alhamdulillah situasi Kamtibmas kita di Natuna cukup kondusif,” katanya sembari memberikan kesempatan dialog kepada para hadirin.
Kepala Kantor Kemenag Natuna, Budi Darmawan menyampaikan bahwa salah satu tugas Kemenag adalah menciptakan kerukunan beragama.
Dalam kegiatan ini ada tiga konsep yang mesti diperhatikan dan dijalankan. Yang pertama, Konsep kemanusiaan, yang kedua konsep kesepakatan negara NKRI dan UUD 1945, dan terakhir konsep ketertiban umum.
“Ini tidak boleh dilanggar. Kalau ini dilanggar akan terjadi masalah,” tegasnya.
Budi Darmawan kemudian mengajak semua pihak dapat menerapkan moderasi kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“Kalau agama tidak bisa dimoderasi, tapi kehidupan agama yang perlu kita moderasi secara bersama-sama,” ujarnya.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda menegaskan, kerukunan beragama merupakan salah satu fokusnya. Terkait ini pihaknya banyak melakukan upaya untuk mengantisipasi terjadinya konflik beragama sedini mungkin.
“Jadi sekecil apapun persoalannya tetap kami atasi agar tidak menjadi besar,” terangnya.
Kemudian fokus lainnya juga mengarah pada perosalan Sara dan persoalan HP yang berpotensi mengandung efek samping yang dapat merugikan masyarakat, khusunya kalangan remaja.
“Hal ini menjadi fokus kami juga untuk ditangani,” ujarnya.
Pada acara itu hadirin menyampaikan sejumlah persoalan yang ada di tengah masyarakat yang dikhawatirkan berpotensi membahayakan dan mengganggu ketertiban umum.
Persoalan yang dimaksud meliputi kenakalan remaja, knalpot blong, pernikahan dini, pernikahan di luar KAU, praktek berkendara secara ugal-ugalan dan perosalan dilematis Undang – undang Perlindungan Anak di hadapan orang tua.
“Kalau mengenai kerukunan umat bergama seluruh penganut agama sudah sepakat menjadikan Natuna sebagai rumah beragama, sehingga kerukunan tetap terjaga,” kata Ketua FKUB Natuna, Umar Natuna.
AKBP Iwan berjanji akan menindaklanjuti seluru keluhan tokoh agama itu untuk mengatisipasi terjadinya persoalan yang lebih besar.
“Kami akan laksanakan semua keluhan Bapak-bapak semua baik secara persuasif maupun melalui tindakan hukum sehingga kondusifitas Kamtibmas tetap terjaga,” ujarnya.(put)
