CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Warga Desa Malang Rapat kecamatan Gunungkijang pertanyakan keberadaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) diwilayah itu. Pasalnya, pembungunan SPAM didaerah itu sudah dimulai sejak tahun 2013 melalui bantuan pusat .
“Nah ini nih, pembangunan SPAM sejak 2013, tapi hingga saat ini kami masih minum air sumur,” ujar salah satu warga Dika, Kamis (1/6).
Dika menjelaskan, dirinya dan masyarakat Malang Rapat tidak keberatan minum air sumur jika tidak mengandung air garam. Namun, karena kadar garam yang tinggi membuat mereka memilih mengkonsumsi air gallon.
“Dan lagi kan, bantuan ini diberikan oleh pusat membantu warga. Ini kog malah tidak ada perhatian pemerintah sama sekali. Aneh benar,” kesalnya.
Berdasarkan pantauan dilapangan, sedikitnya sebanyak 150 KK yang terdapat di RT 01/02 yang berada di RW 01 Desa Malang Rapat yang telah dipasangi pipa saluran sejak tahun 2013 lalu dari bangunan SPAM yang ada di desa itu tidak pernah menikmati setetes air pun dari bangunan SPAM.
Selain itu, kondisi SPAM itu kini tidak terawat dan mengakibat beberapa lumut sudah mulai tumbuh.
Karena itu, ia berharap dibawah kepemimpinan Bupati Bintan, Apri Sujadi dapat membantu mempercepat pembangunan air SPAM ini. “Kami berharap pak Apri bisa membantu kami mempercepat pemanfaatan (SPAM) nya. Lagian mubazir lah uang sudah keluar untuk pembangunan malah terbengkalai begitu saja,” harapnya. (Ndn)

