CENTRALNEWS.ID, BATAM – Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau terus mendorong penguatan UMKM melalui tiga pilar utama, yakni korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan pembiayaan.
Sepanjang 2025, berbagai kegiatan strategis berhasil mencatatkan capaian signifikan. Pada ajang Gebyar Melayu Pesisir (GMP), tercatat komitmen ekspor sebesar Rp1,4 miliar, penjualan UMKM Rp12,85 miliar, serta pembiayaan UMKM mencapai Rp3,25 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menjelaskan, Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) mencatat penjualan lebih dari Rp2,7 miliar, pembiayaan Rp2,19 miliar, serta peningkatan literasi keuangan syariah melalui wakaf digital.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa UMKM Kepri terus naik kelas dan semakin kompetitif,” kata Rony Widijarto.
Bank Indonesia Kepri juga konsisten memperkuat sektor UMKM melalui tiga pilar utama, yakni korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan pembiayaan.
Berbagai event strategis sukses digelar sepanjang 2025, di antaranya:
- Gebyar Melayu Pesisir (GMP)
- Komitmen ekspor: Rp1,4 miliar
- Penjualan UMKM: Rp12,85 miliar
- Pembiayaan UMKM: Rp3,25 miliar
- Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA)
- Penjualan UMKM: Rp2,7 miliar
- Pembiayaan: Rp2,19 miliar
- Wakaf digital: Rp50,15 juta
- CERNIVAL (Creative and Innovative Riau Island Carnival)
- Pengunjung: lebih dari 4.700 orang
- Volume transaksi QRIS: 140.026 transaksi
- Nilai transaksi UMKM: Rp253,6 juta
- Festival BERLAYAR di Pulau Belakang Padang
- Transaksi QRIS mencapai 49.076 transaksi dalam dua hari
Prospek 2026 Tetap Optimistis
Ke depan, perekonomian Kepri masih dihadapkan pada sejumlah tantangan global, seperti dinamika geopolitik dan persaingan perdagangan internasional.
Namun demikian, peluang tetap terbuka lebar seiring penurunan suku bunga, kepastian regulasi, serta meningkatnya minat investasi.(mzi)

