CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Satu unit dump truk pengangkut tanah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Gajah Mada, tepatnya di kawasan Permata Baloi, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kendaraan berat tersebut terguling di badan jalan dan menyebabkan kemacetan parah dari dua arah. Baik dari arah Baloi menuju Tiban maupun dari arah sebaliknya.
Peristiwa ini kembali memicu keluhan warga sekitar yang menilai aktivitas truk pengangkut tanah di kawasan tersebut sudah berlangsung lama dan kerap mengancam keselamatan pengguna jalan.
Truk bernomor polisi BP 8893 DU dengan nomor pintu 19 itu terbalik di dekat simpang masuk Perumahan Permata Regency.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas dari arah Baloi menuju Tiban maupun sebaliknya mengalami macet total.
Berdasarkan keterangan beberapa warga setempat, truk melaju dari arah Tiban menuju lokasi penimbunan tanah di kawasan Bukit Permata Baloi.
Saat melintas di jalan yang sedikit menikung, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi.
Salah satu warga Perumahan Permata Regency, Yusuf, mengatakan truk tersebut tampak melaju kencang ketika melewati pintu masuk perumahan.
“Truk datang dari arah Tiban dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga sopir berusaha menghindari kendaraan lain, lalu menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terbalik di atas median,” ujar Rinto.
Ia menambahkan, kecelakaan tersebut membuat antrean kendaraan mengular cukup panjang.
Proses evakuasi pun berlangsung cukup lama karena membutuhkan bantuan beberapa unit mobil crane.
“Beberapa crane diturunkan untuk mengangkat truk dari tengah jalan,” katanya.
Keluhan juga disampaikan Ketua RT Perumahan Kezia, Ade.
Menurutnya, aktivitas truk tanah di kawasan Baloi Permai dan sekitarnya sudah lama meresahkan warga karena kerap beroperasi tanpa memperhatikan keselamatan.
“Warga merasa tidak aman. Truk ini melintas siang dan malam. Bukan sekadar lewat, tapi cara mengemudi sopirnya yang sangat membahayakan,” kata Ade.
Ia menyebut, banyak sopir truk tanah yang tidak mematuhi batas kecepatan.
Bahkan, tidak jarang mereka saling memacu kendaraan di jalan umum.
“Sering terlihat kejar-kejaran. Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan lain,” tegasnya.
Atas kejadian tersebut, warga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait untuk melakukan pengawasan lebih ketat, menertibkan operasional truk tanah, meninjau ulang perizinan, serta menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas.
Sementara itu, Kepala Bidang Transportasi Dinas Perhubungan Kota Batam, Syahrul, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Kami akan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, termasuk mengecek kelayakan kendaraan dan uji KIR. Dugaan sementara, kendaraan mengalami kelebihan muatan,” ujar Syahrul.
Ia menambahkan, penanganan lanjutan akan dilakukan setelah tim Dishub menyelesaikan agenda kunjungan studi banding dari Komisi III DPRD Kabupaten Karimun yang saat ini masih berlangsung.(mzi)

