CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, jumlah wisatawan asal Singapura ke kawasan travel bubble ke Nongsa Sensation sekitar 120 orang. Jumlah ini 60 persen dari kapasitas ferry Batamfast, 200 penumpang.
Ansar memastikan akan menyambut turis perdana tersebut, Jumat (18/2/2022), di Pelabuhan Internasional Nongsapura, Nongsa, Batam.
Ansar mengatakan, saat ini, berbagai persiapan untuk menyambut wisatawan asing itu juga terus dilakukan dan dievaluasi setiap hari.
Untuk diketahui, ferry pertama yang membawa wisatawan Singapura ke Batam itu bertolak dari Pelabuhan Tanah Merah Singapura pukul 15.00 waktu Singapura (14.00 WIB). Kapal itu diperkirakan berlabuh di Pelabuhan Nongsapura Nongsa, pukul 14.40 WIB.
Gubernur juga mengatakan, koordinasi persiapan penyambutan turis tersebut tidak hanya dilakukan di Provinsi Kepri, tetapi juga dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, melalui Deputi I Kemenpar.
โBesok (hari ini-red) ada tim dari Deputi I Kemenpar yang datang untuk mengecek kembali seluruh persiapan dan fasilitas, baik di Batam maupun di Bintan,โ kata Ansar.
Menanggapi adanya usulan bahwa sebaiknya skema yang digunakan Vaccinated Travel Line (VTL), bukan travel bubble, Ansar mengatakan, semuanya perlu bertahap.
Jika travel bubble ini sukses, tentunya akan menjadi rujukan bagi pemerintah Singapura dan Indonesia untuk memperluasnya.
โTentu arahnya nanti ke sana. Ke depan, tentu kita mendorong travel bubble ini bisa dilanjutkan ke skema VTL. Sebab, harapan besar kita adalah mendorong mendorong industri pariwisata Kepri bangkit lagi. Karena itu, kita harus meyakinkan para wisatawan bahwa isu keselamatan dan kesehatan mereka adalah prioritas utama kita,โ kata Ansar.
Ansar menyebutkan, lampu hijau dari pemerintah Singapura untuk mengizinkan warganya ke Batam dan Bintan, harus disambut dengan gembira.
Sebab, proses perjuangan untuk itu sangat panjang, 1,5 tahun lamanya. Tidak hanya Pemprov Kepri, ini juga atensi Presiden Joko Widodo dan seluruh kementerian.
โKita bolak-balik rapat untuk membahasnya dengan seluruh kementerian terkait hal ini. Kita juga terus koordinasikan dengan seluruh asosiasi pariwisata, membahas semua hal, sampai ke hal-hal yang paling detil sekalipun. Karena itu kita bersyukur karena sudah ada titik terang untuk industri pariwisata kita,โ kata Ansar.
Seperti diberitakan sebelumnya, otoritas Imigrasi Singapura atau Immigration & Checkpoints Authority (ICA) sudah memberi izin warga Singapura, ekspatriat yang menetap di Singapura serta warga negara Indonesia yang tinggal di Singapura berkunjung ke Kepri.
Persyaratannya, pendatang itu harus tinggal selama 14 hari di Singapura sebelum berangkat. Kemudian, melakukan tes PCR sebanyak dua kali dengan hasil negatif, maksimal 72 jam sebelum berangkat serta setelah tiba di Pelabuhan Nongsapura Batam.
Saat kembali ke Singapura, wisatawan tidak perlu lagi PCR, tetapi cukup negatif tes Antigen sebelum berangkat. Meski demikian, mereka harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama tujuh hari di Singapura.
Selain itu, wisatawan yang hendak ke Batam juga harusmembayar asuransi Covid-19 sebesar Sin$30.000 saat pembelian tiket kapal.
Syarat lain, pelaku perjalanan harus mengakses PeduliLindungi dan e-HAC setiba di Pelabuhan Nongsapura, Batam.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, berbagai persiapan untuk menyambut turis perdana itu terus dilakukan.
Bahkan, kata Buralimar, Rabu (16/2/2022), akan menggelar rapat dengan Konsulat Jenderal Singapura yang ada di Batam.
“Saya langsung kawal ke lapangan kesiapan di Nongsa Sensation bersama kawan-kawan asosiasi pariwisata dan manajemen Nongsa Sensation. Kita berharap hingga hari H nanti semuanya berjalan lancar dan aman. Ini momentum penting bagi pariwisata Kepri ke depaqnnya,โ kata Buralimar.(ndn)

