CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Ratusan massa dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan serikat pekerja menyerbu kantor Walikota Batam, Jumat (17/3/2017) siang.
Kedatangan ratusan massa sontak membuat suasana pecah dan memaksa puluhan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Batam terjun mengamankan lokasi.
Puluhan personel Sahara Polresta Barelang dan Polsekta Batam Kota juga terjun ke lokasi aksi, untuk mengawal jalannya aksi.
Mengisi barisan depan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unrika Batam langsung membentangkan spanduk berisikan kalimat penolakan kenaikan tarif listrik Batam (TLB) sebanyak 45,5 persen.
“Kami, masyarakat Batam dari berbagai kalangan datang kesini untuk bertemu Pak Wali. Kami meminta pemerintah berpihak kepada masyarakat. Jangan terima kenaikan TLB. Jangan buat kami semakin melarat,” kata Santo, seorang orator.

Hingga saat ini, ratusan demonstran masih bertahan dalam aksinya. Sementara Walikota dan Wakilnya tak kunjung menemui peserta aksi.

