CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dalam layanan paspor, Direktorat Jendral (Ditjen) Imigrasi meresmikan empat Unit Layanan Paspor (ULP) yang berlangsung di kawasan Harbour Bay Batuampar, Kamis (14/12/2017).
Empat ULP, masing-masing ULP Harbour Bay Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, ULP Bantul Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, ULP Surakarta Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta dan ULP Rantau Perapat Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Asahan itu, diresmikan langsung oleh Cucu Koswala Direktur Lalu Lintas Keimigrasian, Ditjen Imigrasi.
Direktur Lalu Lintas Keimigrasian, Ditjen Imigrasi, Cucu Koswala mengatakan ULP yang diresmikan ini adalah hasil alokasi anggaran Direktorat Jenderal Imigrasi tahun 2017 yang dikelola oleh masing-masing Kantor Imigrasi yang membawahinya.
“Peresmian Unit Layanan Paspor sebelumnya, selalu diselenggarakan oleh masing-masing Kantor Imigrasi yang membawahi. Namun kali ini, tujuan disatukannya peresmian ULP di Kota Batam, selain efisiensi waktu dan anggaran juga dimaksudkan agar program-program peningkatan pelayanan keimigrasian dapat tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Momentum peresmian tersebut bukan hanya acara seremonial dan penanda saja melainkan terdapat makna yang penting sebagai penetapan dan pengukuhan.
“Mengapa penting? karena dengan simbolis suatu peresmian ada makna perintah yang harus dijalankan yaitu menyegarkan pemanfaatan dari unit yang telah diresmikan ini serta melanjutkan sosialisasi pelayanan Keimigrasian melalui ULP kepada masyarakat di sekitarnya baik melalui media-media maupun program-program lainya,” ujarnya.
Menurutnya, Unit Layanan Paspor merupakan bagian dari rencana strategis Direktorat Jenderal Imigrasi tahun 2014 – 2019. Dimana setiap tahun setidaknya harus ditetapkan lima ULP baru di beberapa Kantor Imigrasi. Untuk tahun 2017, hanya ada empat ULP yang ditetapkan, namun demikian enam Unit Kerja Kantor Imigrasi sebagai program peningkatan pelayanan keimigrasian baru telah diresmikan untuk mewujud nyatakan komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.
“Tugas Direktorat Jenderal Imigrasi semakin hari tidaklah semakin mudah. Menyeimbangkan keamanan negara dan peningkatan investasi dalam satu wadah tidak semudah yang dibayangkan atau diperbincangkan, ujarnya.
“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan, bahwa perubahan global sangatlah cepat. Setiap bulan, setiap minggu, bahkan setiap hari selalu ada perubahan yang sangat cepat. Dan negara kita saat ini dalam posisi berpacu melawan waktu dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, karena jika tidak bersiap diri dan mengantisipasinya maka akan sulit bagi kita untuk bersaing dengan negara lain,” katanya.
Dia mengatakan ada tiga hal penting yang menjadi fokus perhatian Presiden dalam kerangka menyikapi perubahan global tersebut.Seperti perhatian pada pembangunan infrastruktur; peningkatan sumber daya manusia dan simplifikasi regulasi.
“Bagaimanakah posisi Imigrasi terhadap tiga fokus perhatian Presiden tersebut? Tentu, sebagai bagian dari pemerintahan maka tugas Direktorat Jenderal Imigrasi adalah menyelaraskan dan mengharmoniskan setiap kebijakan yang akan diambil sehingga mampu mendukung program-program yang menjadi fokus kebijakan pemerintah tersebut,” ujarnya.
Dia menambahkan, tanpa mengesampingkan fungsi keimigrasian yang lain, yaitu pelayanan Keimigrasian, penegakan hukum dan keamanan negara, Imigrasi harus mampu mewujud nyatakan fungsinya sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembentukan Unit Layanan Paspor di kantor – kantor Imigrasi adalah wujud nyata bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi mendukung program pemerintah pusat untuk menghadirkan pelayanan publik yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya sesuai tata kelola pemerintahan yang baik.
“Saya juga berharap mekanisme dan akses pelayanan keimigrasian kepada masyarakat dapat ditingkatkan melalui inovasi yang menarik dan kompetitif, sehingga menimbulkan sikap responsif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini dan juga memicu masyarakat untuk berperan aktif terlibat dalam program pelayanan keimigrasian yang dapat dimaknai sebagai investasi yang signifikan.
Di era percepatan pembangunan, era kecepatan kerja, marilah kita bersama-sama menjadikan ULP Batam, Surakarta, Bantul dan Rantau Prapat sebagai sarana pelayanan Keimigrasian yang mendatangkan kenyamanan bagi s[disingkat oleh WhatsApp]

