CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Sopir pangkalan memarkirkan kendaraannya di lapangan ujian praktek SIM di Polresta Barelang, dinihari Kamis (21/12/2017). Kedatangan sejumlah sopir taksi pangkalan ini menutut pihak kepolisian untuk menindak tegas salah satu driver taksi online yang melakukan pengancaman kepada sopir taksi pangkalan di sekitar BCS Mal.
Kehadiran ratusan sopir taksi itu buntut dari dugaan ancaman dari sopir taksi online di depan BCS Mall, Penuin.
Ketua Forum Peduli Taksi Batam, Omo Maretralita Kedatangan sopir taksi pangkalan ke Polresta Barelang berawal dari memberhentikan salah satu taksi online yang mengambil penumpang di BCS Mal sekitar pukul 18.00 WIB, Rabu (20/12/2017).
“Padahal di kawasan tersebut sudah ada larangan taksi online tidak boleh mengambil penumpang. Rekan-rekan kami menanyakan secara baik-baik kepada sopir taksi online itu. Namun malah menanggapi dengan emosi dan marah. Bahkan sopir taksi online itu mengancam dan akan membawa rekan-rekannya ke tempat tersebut,” katanya.
Tidak lama datang beberapa rekan sesama sopir taksi onlin tersebut dan terjadi cekcok di lokasi. Melihat kejadian itu, anggota Polsek Lubuk Baja langsung datang dan mengaman sopir taksi online itu.
“Awalnya kami datang ke Polsek Lubuk Baja, namun anggota Polisi mengarahkan untuk datang ke Polresta Barelang karena sudah dilimpahkan. Kami kisini (Polresta Barelang red) minta kepada Kepolisian untuk menindak tegas taksi online,” katanya.
Omo meminta keepada masyarakat untuk tidak menyalahkan taksi konvensional, karena mereka memrupakan taksi resmi.
“Taksi online itu tidak resmi, dan itu ilegal. Tolong disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

