CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Pemkab Bintan terus melakukan berbagai upaya untuk menyetarakan serta menyejahterakan warganya. Hal ini dibuktikan dengan program yang kembali diluncurkan oleh Pemkab Bintan di bawah kepemimpinan Roby Kurniawan.
Program itu merupakan salah satu program unggulan lantaran menyentuh warga lanjut usia (lansia).
Roby Kurnaiwan melalui Sekretaris Daerag (Sekda) Bintan, Adi Prihantara mengatakan program ini telah diluncurkan sejak akhir tahun 2021. Dimana kata dia, program khusus itu didasarkan pada penghormatan dan bakti pada orang tua sebagai pendahulu. Karena mereka lah yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih.
“Dasarnya, filosofinya program ini sebagai penghormatan dan mencari berkah. Kita ada karena orang tua. Mereka yang menjadi pendahulu kita” kata Adi saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi BLT Lansia, Kamis (20/01) di Aula Kantor Bupati Bintan.
Ia menjelaskan, program ini lahir dari Roby Kurniawan lantaran tidak ingin melihat lansia yang di Kabuapten Bintan hidup dalam kesenjangan apalagi terlunta – lunta.
“Siapa pun yang hidup di sini, terlebih yang berdomisili di Bintan, dia masyarakat Bintan. Semua jadi tanggung jawab Pemerintah Bintan dan perlu mendapat perhatian serta pemerataan kesejahteraan” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Bintan, Edy Yusri menambahkan, untuk mewujudkan hal ini, Pemkab Bintan telah menyiapkan anggaran senilai Rp 5,1 Milliar.Anggaran itu akan dibagikan kepada 4.289 lansir yang ada di 10 Kecamatan.
“Untuk penyaluran bantuan tersebut rencananya akan diserahkan sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Juni dan bulan Desember. Untuk setiap Lansia akan menerima enam ratus ribu rupiah setiap penyaluran,” jelasnya.
Agar penyaluran BLT itu kata dia, Pemkab Bintan akan melibatkan RT/RW dalam pendataan setiap lansia yang ada di wilayah masing – massing. Hal ini selain memastikan tidak adanya data ganda penerimaan, juga untuk memastikan penerima memang layak mendapatkan.
“Salah satu langkah dalam menevaluasi hal iniyaitu denga melibatkan ketua RT dan RW sehingga tidak adanya data ganda dari lansia yang sudah terdata dalam program bantuan Pemerintah Pusat seperti PKH dan lain-lain sebagainya,” tutupnya. (Ndn)

