CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-Perihal jatuhnya Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Sabrar Fadhilah angkat bicara.
Brigjen TNI Fadhilah mengungkapkan, helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD yang jatuh di Sleman adalah buatan Amerika Serikat (AS).
“Tahun ini, helikopter yang diproduksi pada 1976 itu genap berusia 40 tahun,” kata Brigjen Sabrar Fadhilah, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, di Jakarta.
Namun Sabrar menegaskan sebelum lepas landas, kru darat telah melakukan pengecekan terhadap kondisi helikopter secara ketat dan menyatakan layak terbang.
“Heli ini buatan Amerika tahun 1976, saat dicek memang masih dinyatakan layak terbang,” ujarnya.
Sabrar menuturkan hingga saat ini pihak TNI AD belum mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. TNI AD pun telah membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan melokalisasi tempat kejadian dalam rangka pemeriksaan dan investigasi.
“Saat ini sudah dibentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan. Malam ini mereka diberangkatkan ke Yogyakarta,” ungkapnya.
Sebagaimana dihimpun tim Central Batam, Helikopter jenis Bell 205 A-1 milik TNI AD dengan nomor reg HA-5073 mengalami kecelakaan dan jatuh di Dusun Kowang Desa Tamanmartani Kec Kalasan Kab Sleman Prov DIY sekitar pukul 15.16 WIB Pada Jumat (8/7/2016).
Helikopter tersebut menimpa dua rumah warga yang diketahui milik Heru Purwanto (58) dan Parno (45) warga desa Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Menurut penuturan Sabrar, Helikopter tersebut lepas landas pada pukul 15.06 WIB dari Lanud Adi Soemarmo Solo menuju Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Kemudian pada pukul 15.14 WIB menara pengawas kehilangan kontak dengan heli milik TNI AD tersebut dan pada pukul 15.16 WIB dinyatakan hilang kontak. Tiga orang tewas dalam insiden ini.
Helikopter itu mengangkut lima kru dan seorang penumpang. Mereka adalah Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga (Pnb I), Letda Cpn Angga Juang (Pnb II), Serka Rohmad (TI), Serda Sirait (AV), Kopda Sukoco (MEK). Sementara seorang sipil yang menumpang helikopter tersebut Fransisca Nila Agustin.
Ketiga korban meninggal dunia tersebut yaitu Letda Cpn Angga Juang (Pnb II) Serda Yogi Riski Sirait dan Fransisca Nila Agustin.
Penulis : Natalie
