CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Terkait di non-aktif ATM nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), DPRD Batam meminta kepada Kepala Cabang harusnya sampaikan klarifikasi untuk menghindari kekhawatiran masyatakat.
“Saya pikir harus ada klarifikasi apa persoalannya, kenapa penyebabnya, ada apa, dan harus memberikan informasi yang benar sehingga masyarakat Kota Batam khususnya tak menjadi resah dan ragu,” ujar Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, Senin (25/3/2018).
Nuryanto yang sering disapa Cak Nur ini menambahkan dengan adanya sabotase para hacker tersebut setiap bank atau lembaga mestinya sudah punya pencegahnya. Atau antisipasi untuk melindungi nasabahnya dari para hacker ini.
“Kalau ibaratnya manusia, seperti anti body-nya lah,” ucapnya.
Pasti cara di internasional sudah banyak. Bahkan pelaku-pelaku banyak yang sudah diamankan. Agar tak berkembang dan tak berlanjut, seharusbya BRI harus ada informasi sebelumnya.
“Sekarang informasi udah dibuka. Tinggal menunggu klarifikasinya saja dari kepala cabang,” tegasnya.
Paling penting demi kepercayaan nasabahnya, pihak BRI harus menjelaskan sampai sejauh mana antisipasi dan perlindungan tabungan nasabahnya. Selain itu pihak BRI juga harus konkret.

