CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Perwakilan asli damai driver online akhirnya diterima ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, Selasa (16/1/2018).
Pertemuan pun berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRD Batam. Selain Nuryanto juga dihadiri Werton Panggabean.
Dalam pertemuan itu, Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Sopandi meminta ketegasan pemerintah untuk melakukan sosialisasi terkait PM108/2017. Karena dalam peraturan baru itu sudah diatur terkait transportasi non trayek dalam hal ini driver online.
“Kami minta pemerintah untuk melakukan sosialisasi PM108/2017. Karena masih banyak warga dan pelaku transportasi yang belum tahu sudah ada revisi peraturan yang mengatur terkait transportasi non trayek termasuk driver online,” katanya.
Dia mengatakan pihaknya siap melengkapi persyaratan yang dimintai pemerintah. Tapi sebaliknya pemerintah siap atau tidak untuk menfasilitasinya.
“Kita siap ikut peraturan pemerintah. Mau pemerintah untuk lakukan kir. Begitu juga dengan buat SIM, apakah polisi juga siap,” katanya.
Sementara Ketua DPRD Batam Nuryanto menyampaikan pemerintah harus siap memfasilitasi jika persyaratan untuk mengajukan izin dari driver online yang diajukan badan usaha.
“Pemerintah harus siap untuk memfasilitasi. Sementara driver online juga harus melengkapi persyaratan untuk izin yang diajukan melalui badan usaha dan Asosiasi,” kata Nuryanto.
Nuryanto kembali mengingatkan agar semua pihak bisa menahan diri, terhadap persoalan transportasi online di Batam.
“Karena bukan tidak mungkin, ada yang buat skenario biar Batam tidak aman dan nyaman, dengan persoalan seperti ini. Makanya kami minta semua pihak menahan diri,” kata Nuryanto.
Harapan yang sama juga disampaikan Wakapolres Barelang, AKBP Muji S. Dia juga meminta pelaku transportasi online agar mengikuti aturan yang berlaku. Di sisi lain, pihaknya juga akan menindak pelaku perusakan di lapangan.
“Badan hukum harus legal baru bisa operasional. Dipenuhi dulu itu. Jangan ngotot,” kata Muji.
“Untuk taksi, ikuti aturan yang berlaku, cepat urus biar selesai. Dishub juga coba cepat selesaikan. Biar tak berlarut-larut. Ini tahun panas, tahun politik. Jangan sampai persoalan ini dibawa ke arah yang tidak jelas,” katanya.
Muji juga menyindir kepada perwakilan pelaku usaha transportasi online, agar persoalan transportasi online roda dua dan roda empat tidak dicampuradukkan. Karena permasalahannya berbeda.
“Go Jek dan ojek (kendaraan roda dua) tak ada masalah. Karena dua-duanya tidak ada aturan. Selama ini kita tutup mata saja. Karena sama-sama cari rezeki, cari makan. Jangan diobok-obok. Untuk roda empat, kita minta ikuti aturan yang ada,” kata Muji.

