CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad langsung menemui para demo yang berada di depan gerbang masuk Kantor Walikota Batam, usai melakukan pertemuan dengan 15 perwakilan dari aliansi pekerja, Kamis (1/2/108).
Amsakar yang ditemani Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki langsung menaiki mobil untuk menyampaikan hasil pertemuan dengan perwakilan dari aliansi pekerja.
Amsakar menyampaikan bahwa rapat UMSK (Upah Minimum Sektoral Kota) belum bisa dilakukan, karena ada perwakilan dari Pemerintah Kota Batam yang tak hadir.
“Saya menyayangkan ada beberapa dinas terkait yang tak bisa hadir saat pembahasan tersebut. Satu di antaranya, karena sudah dipindah ke OPD lain. Saya rencananya ingin hadir di salah satu rapat pembahasan UMSK ini,” kata Amsakar dihadapan para buruh yang menggelar aksi damai itu.
Menurutnya, UMSK formula penyelesaiannya harus dimulai dari asosiasi. Dia sudah meminta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti untuk dibentuk asosiasi, agar pembahasan UMSK ada perwakilan pekerja dan pengusuaha.
“Apa yang mau dibentuk asosiasnya. Pegusahanya sendiri tidak mau dan UMSK ini tidak bisa ditetapkan sepihak. Tapi apapun itu alasannya, pembahasan di DPK akan diteruskan hingga ke Gubernur,” katanya.
Untuk masalah sembako Amsakar mengaku Batam bergantung dengan daerah lain, karena tidak memiliki sumber daya alam. Selain itu, sejak akhir tahun lalu kondisi laut bermasalah, ditambah lagi adanya daerah penghasil gagal panen. Dampaknya, stok sembako yang ada pun terbatas.
Sementara keberadaan Bulog, perannya tidak terlalu signifikan untuk mengontrol harga di pasaran. Saya sudah minta informasi dari Pak Nyat Kadir terkait pembahasan sembako di Jakarta. Informasi yang disampaikan Pak Nyat, bahwa akan dibuka keran importasi beras 360 ribu ton. Mudah-mudahan bisa berdampak bagi Batam,” katanya.
Untuk masalah kenaikan harga Pertalite, Amsakar sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina Batam menanyakan kenaikan harga dan kuota untuk Batam itu sendiri.
“Sebelum teman-teman datang, saya sudah telepon Pak Ida Bagus Ru Adhi AW, Sales Executive Ritel VII Pertamina Batam menanyakan masalah Pertalite. Masalah harga dan kuota itu ditetapkan nasional,” katanya.

