CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat untuk penambahan unit bus Trans Batam baru. Itu seiring dengan rencana penambahan dua koridor rute bus Trans Batam.
Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri mengatakan dari dua koridor itu satu di antaranya untuk membantu warga hinterland. Khususnya di Rempang-Galang (Relang). Rutenya dari Tembesi ke Relang.
“Kita harapkan ada bantuan 10 unit bus. Tapi kita tidak tahu dapat atau tidak,” kata Yusfa.
Dikatakan, untuk rute Punggur ke Relang nantinya akan sampai di Sijanjung. Saat ini untuk menjangkau kawasan Relang, baru terlayani dengan bus Damri. Namun itupun terbatas.
“Sekarang ke Relang masih pakai mobil perintis, bus Damri. Perintis kan satu-satu saja. Pendapatan bus kecil, tapi manfaatnya untuk masyarakat besar,” ujarnya.
Selain koridor Punggur ke Relang, rencananya juga akan dibuka untuk rute Nongsa ke Punggur. Jika itu terealisasi, koridor rute bus Trans Batam akan bertambah dari tujuh koridor menjadi 9 koridor.
Tujuh koridor itu, yakni Sekupang-Batam Center, Tanjung Uncang-Batam Center, Sekupang-Jodoh, Tanjung Uncang-Sekupang, Tanjung Piayu-Jodoh, Nongsa-Jodoh, dan Punggur-Jodoh. Sementara Dishub baru memiliki sekitar 70-an bus Trans Batam saat ini. Itupun tidak semuanya dalam kondisi bagus.
Sebelumnya diberitakan, saat kedatangan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi ke Batam, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri sempat meminta bantuan untuk penambahan bus Trans Batam.
“Kita sudah berbicara langsung dengan Pak Dirjen. Minta penambahan bus. Kita minta 30 unit,” kata Yusfa, beberapa waktu lalu.
Sejak 2017 lalu, Dishub sebenarnya sudah pernah meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk menambah armada bus di Batam. Namun hingga saat ini belum terealisasi.
“Jawaban pak Dirjen soal penambahan bus ini, akan diusahakan untuk pengadaan 2019,” ujarnya.

