Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum
  • Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini
  • BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026
  • Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit
  • Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang
  • Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung
  • BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal
  • Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » [TAJUK] Sungguh Allah Tidak Butuh Kita
Fokus

[TAJUK] Sungguh Allah Tidak Butuh Kita

11 Desember 2017Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Jemaah haji sedang melakukan ibadah Sa'i di antara bukit Shafa dan Marwah tahun lalu | Foto Candra P. Pusponegoro
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kewajiban haji menjadi sebuah keharusan bagi umat Islam di dunia. Khususnya bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial. Kewajiban haji merupakan penyempurnaan dari rukun Islam. Lima rukun Islam itu (1) syahadat, (2) salat lima waktu, (3) puasa Ramadan, (4) zakat, dan (5) haji ke Mekkah.

Syarat utama kewajiban haji antara lain beragama Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu. Ketika berbicara kemampuan, hampir seluruh orang Islam di Indonesia sudah diberikan kemampuan. Hanya saja, tinggal niat hatinya saja: mau atau tidak?!

Dari segi hukum syariat Islam, pergi haji adalah fardhu ‘ain artinya wajib bagi setiap muslim yang mampu dan kewajiban ini sekali seumur hidupnya. Perintah menunaikan haji sudah ditegaskan dalam alquran, hadis, dan ijma’ (kesepakatan para ulama).

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dan tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam” (QS. Ali Imran 97).

Ayat di atas menjadi dalil wajibnya orang Islam berhaji. Ayat ini menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Kewajiban ini dikuatkan pada ayat yang artinya; “Barangsiapa mengingkari kewajiban haji maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dan tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam”.

Di sini, Allah menjadikan lawan dari kewajiban dengan kekufuran. Artinya, jikalau seseorang muslim meninggalkan (tidak ada keinginan) berhaji tentu saja dianggap bukan seorang muslim sejati. Dan mereka dianggap meremehkan Allah dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Tidak perlu membandingkan dan mengukur strata sosial seseorang. Buktinya banyak orang Islam yang kondisinya cukup (pas-pasan) atau kekurangan justru bisa berangkat haji bersama suami, istri, anak, sahabat, karib, atau keluarganya.

Contohnya seorang penyapu jalan, tukang becak, tukang ojek, tukang semen, atau mereka yang tidak memiliki kelebihan harta alias pas-pasan. Ada juga mereka yang kerjanya hanya serabutan, namun bisa berangkat haji walaupun harus menabung selama bertahun-tahun.

Lantas bagaimana dengan seseorang yang memiliki penghasilan sedang/besar atau gaji tetap setiap bulannya? Atau seseorang yang memiliki rumah, ruko, tanah, atau mobil banyak? Mengapa bisa kalah dengan mereka yang kerjanya serabutan tanpa gaji tetap atau bahkan pas-pasan?

Jawabannya adalah niat. Apapun alasannya, jika niat sudah bulat dan sungguh-sungguh dijamin tujuannya akan sampai. Ilustrasinya jika berjalan kaki dari Batu Aji menuju alun-alun Batam Center dengan jalan yang sama maka akan sampai tempatnya, bedanya hanya waktu saja.

Jika berjalan kaki tentu waktu sampai di alun-alun Batam Center akan lebih lama dibandingkan dengan naik sepeda motor, mobil, atau helikopter. Tapi sangat jelas, tujuannya di alun-alun, dan mereka yang menaiki sepeda motor atau mobil akan lebih cepat sampai tujuan.

Tetapi jangan salah, jika mereka yang berjalan kaki dan sudah melangkahkan kakinya duluan sudah dipastikan akan tiba di alun-alun Batam Center lebih awal. Sama dengan mereka yang pas-pasan penghasilannya bisa cepat berhaji karena menabungnya dan daftarnya sudah duluan.

Jangan lantas bilang mereka sudah berangkat duluan karena dapat hidayah (petunjuk) sehingga bisa berangkat haji. Tidak bisa begitu menyanggahnya, sebab kewajiban haji bagi orang Islam itu sama saja di mata Allah. Justru Allah melihat seseorang itu dari niat dan kesungguhan hatinya.

Jarak Batu Aji dengan alun-alun Batam Center itu tidak pernah berubah. Begitu juga jarak antara Ka’bah di Makkah dengan tempat naik pesawat tidak akan berkurang atau bertambah (kecuali pindah rumah). Dari dulu penerbangan normal haji (umrah) paling lama 9 sampai 10 jam saja.

Ini menandakan bahwasanya perjalanan ibadah haji saat ini sangat dimudahkan dibandingkan zaman dulu yang naik kapal laut sampai berbulan-bulan. Jikalau bicara fasilitas dan perkembangan zaman, teknis ibadah haji semakin pesat dan jauh lebih berkembang.

Oleh sebab itu, tidak boleh lagi ada sangkalan dan bantahan bahwa seseorang belum menerima hidayah dan panggilan haji (umrah). Hidayah itu harus dicari dan dikejar dengan serius supaya bisa dijadikan tamu-tamu Allah. Sudahkah kita menyiapkan jadi tetamu Allah?

Jadi sungguh tercela dan naïf jika kita masih mengatakan belum dapat hidayah atau dipanggil ke baitullah. Bukankah ketika Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam selesai memugar Ka’bah dan setelah itu menyeru seluruh manusia agar pergi berhaji?!

Demikian juga dengan keberadaan kita saat ini. Apakah kita tidak pernah melihat saudara, tetangga, sahabat, atau orang lain yang pergi haji (umrah)? Mustahil kalau kita tidak pernah sama sekali mengantar atau menyaksikan mereka bertandang ke baitullah.

Lalu kita hanya membatin dalam hati kita bahwa mereka yang sudah berhaji karena dapat hidayah Allah dan mampu finansialnya. Tentu pandangan semacam ini sangat keliru dan fatal. Justru seharusnya kita bertanya dan belajar sama mereka bagaimana bisa berhaji atau umrah?

Kita tidak akan pernah bisa pergi haji kalau kita sendiri tidak bersedia mencobanya. Sama dengan orang yang memiliki mobil baru dan sopirnya. Kita tidak bisa menyetir dan hanya mengandalkan sopir saja maka selamanya kita jadi penumpangnya.

Begitu juga dengan kita, kalau hanya menonton dan mengantarkan saudara atau tetangga yang akan pergi haji (umrah) maka selamanya kita akan menjadi penonton saja. Tapi kalau ada greget dan niat yang serius, setidaknya kita akan tertarik dan ditarik menjadi calon jemaahnya.

Jadi letak niat dan kesungguhan menjadi dasar pijakan setiap orang untuk melangkah. Selanjutnya tujuan akhirnya ke mana dan bagaimana? Selama menjalani sebuah keadaan, ada sebuah proses yang harus dijalani dengan penuh doa, sabar, teliti, dan disiplin.

Artinya, kalau kita hanya ingin pergi haji (umrah) tentu setiap orang ingin pergi ke sana. Ditanya ingin masuk surga atau neraka tentu jawabannya pasti ingin masuk surga. Tapi kita tidak pernah bersedia menjalani proses dan jalan menuju ke surga, tentu saja hal ini aneh.

Pingin haji (umrah) tetapi kita sendiri tidak ada niat atau greget yang serius. Kalau kita serius haji, mestinya kita akan membuat paspor, membuka rekening tabungan haji di bank syariah, dan belajar manasik haji atau umrah. Tidak bisa kita ujug-ujug sampai ke baitullah tanpa proses.

Kita sangat paham biaya haji tidak mahal, di Batam Ongkos Naik Haji (ONH) regular sekitar Rp35 jutaan. Kita bisa mencicil rumah, motor, mobil, atau yang lainnya setiap bulan di atas Rp1 jutaan bahkan lebih dari itu. Bisakan urusan dunia kita dipenuhi dengan sempurna?!

Apalagi urusan haji yang menjadi rukun Islam, tentu kita akan terpacu memenuhinya. Adakah di antara kita yang suatu saat jika meninggal dunia ingin membawa rumah, mobil, motor, atau harta bendanya masuk ke liang kubur? Tentu jawabannya tidak pernah dan tidak mungkin ada.

ONH Rp35 juta dibagi Rp500 ribu maka ketemunya 70. Ilustrasinya jika setiap bulan kita menabung Rp500 ribu, Insya Allah dalam waktu 5,8 tahun bisa memenuhi tabungan haji. Syukur tabungan kita dibesarkan setorannya, maka cepat penuh isinya.

Persoalannya, tinggal kita ini mau apa tidak, niat apa tidak, sungguh-sungguh atau tidak?! Kalau masih terbesit nanti dululah, masih urus inilah, besoklah, dan lain-lain alasannya ya dijamin hasilnya ya begitulah sampai ajal menjemput nanti.

Di sini perlu peran penting dari Kementerian Agama, ulama, dan mereka yang sudah pernah berhaji untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada yang belum berhaji. Menggugah kesadaran masyarakat muslim untuk menunaikan haji menjadi tuga kita bersama.

Tidak ada kata terlambat. Bulatkan niat dan tekad dan segeralah menyiapkan prasarana dan sarana menuju baitullah. Sebenarnya kita yang membutuhkan Allah dan Allah tidak pernah membutuhkan kita. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dan tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam (QS. Al Maidah 97) | (Candra P. Pusponegoro/Pemimpin Redaksi Central Batam)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
BP Batam
BP Batam

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026 BP Batam

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit

2 April 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.