Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum
  • Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini
  • BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026
  • Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit
  • Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang
  • Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung
  • BP Batam Pastikan Kualitas Pelayanan Penumpang Pelabuhan Internasional Berjalan Optimal
  • Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » [TAJUK] Menjahit Lisan, Mengobati Hati
Fokus

[TAJUK] Menjahit Lisan, Mengobati Hati

1 Juni 2017Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Menghapus dan membersihkan jiwa dari penyakit hati.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Puasa Ramadan sudah dijalani selama lima hari yang dimulai pada Sabtu 27 Mei 2017. Setidaknya selama beberapa hari lalu, umat Islam sudah membiasakan dan mengubah pola makan, tidur, kerja, dan istirahatnya. Secara jasmani mereka sudah mulai membiasakan pola-pola baru. Begitu juga dengan sisi rohaniahnya, tentu akan berubah seiring perjalanan Ramadan.

Bulan puasa merupakan kalender ritual agung setiap tahun yang memiliki efek maha dahsyat bagi pemeluknya di seluruh dunia. Urusan yang menyangkut dunia dan akhirat harus mengikuti pemimpinnya, yakni Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Seluruh perbuatan lahir maupun batin, baik niat, perkataan, sekaligus perbuatan harus baik dan mengandung manfaat.

Menukil surat Al Ahzab ayat 21; laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah (sungguh telah ada pada diri rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. Dengan uswatun hasanah yang ada pada diri rasulullah, umat Islam di seluruh dunia diperintahkan untuk mengikuti (ittiba’) kepada rasulullah. Sejarah telah membuktikan keagungan nabi Muhammad bukan hanya dinilai oleh umat Islam saja.

Kaum orientalis menyebutkan bahwa nabi Muhammad merupakan manusia terhebat sepanjang sejarah. Seperti dikonsepsikan Thomas Carlyne dengan ukuran kepahlawanan, Marcoz Dods dengan keberanian moral, Nazmi Luke dengan ukuran metode pembuktian ajaran, Will Duran dengan hasil karya, dan Michael H. Hart dengan tolak ukur pengaruh yang ditinggalkan.

Kesemuanya menempatkan Nabi Muhammad pada urutan teratas. Seorang sarjana bernama Annemarie Schimeel menyebut kelahiran nabi Muhammad merupakan simbol kemenangan monotheisme atas dualisme Persia dan Trinitas. Peringatan maulid (kelahiran) nabi Muhammad pertama kali dilakukan oleh pemerintah Harun Ar Rasyid dari Dinasti Fatimiyah di Mesir.

Pada masa itu Harun Ar Rasyid menyebarkan sedekah bagi kaum fakir miskin dan membuat pesta yang sangat meriah. Dalam catatan sejarah lain menyebutkan maulid pertama kali dilaksanakan pada abad ke-12 Masehi. Pada saat umat Islam di Palestina sedang menghadapi perang salib di bawah komando Shalahuddin Al Ayyubi.

Tujuan peringatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat juang umat dalam menghadapi perang salib. Sejak masa itu maulid menyebar ke seluruh dunia. Beberapa yang paling terkenal adalah peringatan maulid di kerajaan Islam Arbela Irak. Kerajaan ini melakukan penyambutan maulid sejak bulan Muharam dan puncaknya tanggal 12 Rabiul Awal.

Pada puncak acara ini seluruh tamu diberikan jamuan makanan terbaik sambil diperdengarkan pembacaan riwayat nabi (Al Barzanji atau Dhiba’an). Selain itu, juga dilakukan prosesi menyalakan lilin bersama sebagai simbol awal terangnya dunia (Nur Muhammad) dari sifat kejahiliahan. Mayoritas umat Islam mengakui bahwa ziarah tanggal 12 Rabi’ul Awal memiliki nilai lebih dibanding waktu yang lain.

Tidak heran apabila pada hari itu banyak sekali umat Islam di seluruh dunia melakukan ziarah ke makam orang-orang suci atau wali. Di Al Jazair misalnya, pada hari kelahiran Muhammad, masyarakat berziarah ke makam para wali. Dan puncak acaranya, raja membagikan uang dan jenis sedekah lainnya kepada rakyat sebagai simbol kemurahan Nabi Muhammad yang menitis pada sosok raja.

Dalam tradisi kraton atau kesultanan juga diadakan prosesi pembagian sedekah. Disimbolkan dengan tumpeng berbentuk gunung (gunungan) sebanyak lima buah. Setelah dipikul oleh para abdi dalem keraton dan diarak keliling kota, kemudian dihantarkan ke masjid agung (Masjid Gede) untuk didoakan lalu diberikan pada rakyat sebagai tanda kebesaran, keberkatan, dan kemurahan sang raja.

Di Aceh punya cerita sendiri, peringatan maulid nabi ada hubungannya dengan pengakuan atas kerajaan Turki Usmani pada abad ke-16 sebagai sentral kekuasaan Islam seluruh dunia. Peringatan maulid nabi dilakukan sebagai ganti upeti pada kerajaan Turki Usmani. Bukan simbol ritual tetapi simbol ketundukan pada pusat kekuasaan Islam saat itu.

Pada acara maulid nabi Muhammad ini, hingga tiga bulan berikutnya masyarakat Aceh mengadakan upacara besar-besaran dengan memasak makanan terlezat. Puncak acaranya dilaksanakan di masjid kerajaan yang dihadiri oleh seluruh rakyat, tidak terkecuali sang raja juga hadir dan memberikan sedekah kepada para fakir miskin.

Bermacam ragam peringatan maulid di atas, intinya adalah satu kesyukuran dan upaya untuk menghormati dan meneladani nabi Muhammad. Selain ajaran tauhid, nabi Muhammad mengemban tugas untuk membebaskan umat manusia dari segala belenggu ketidakadilan dan kezaliman.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda kepada pengikutnya: “Janganlah saling mendengki, saling memarahi, mencari-cari isu, mencari-cari kesalahan, dan saling menipu. Tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Muslim No. 4648).

Maka dari itu, penghormatan martabat kemanusiaan merupakan prinsip utama dalam ajaran Islam. Bahkan dalam satu teks hadis, prinsip kemanusiaan ini dianggap lebih utama dibanding kemuliaan hajar Aswad (batu hitam) yang melekat di dinding Kakbah. Abdullah bin Umar meriwayatkan ketika nabi Muhammad mencium hajar Aswad di Kakbah, beliau bersabda di hadapan hajar aswad.

“Alangkah indahnya kamu, alangkah harumnya baumu, alangkah agungnya dirimu dan alangkah agungnya kehormatanmu. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin, hartanya, darahnya itu lebih agung di sisi Allah darimu, dan kami tidak berprasangka kepadanya kecuali dengan baik” (HR. Ibnu Majah No. 3922).

Prinsip kemanusiaan ini menjadi dasar dari setiap relasi sosial dalam kehidupan manusia berbangsa dan bernegara. Dalam kondisi apapun, seseorang tidak boleh bertindak semena-mena atau zalim kepada yang lain. Sebaliknya, harus saling berbuat baik dan membantu satu sama lainnya. Tidak boleh ada kesewenang-wenangan dari pihak yang satu terhadap yang lain.

Sebab kesewenang-wenangan merupakan tindakan biadab yang tercela dan merendahkan martabat kemanusiaan. Perdagangan manusia (human trafficking), teror bom, atau kekerasan lainnya merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi sampai hari ini. Rentetan kejahatannya sangat kompleks, terorganisir, sistematis, dan terjadi lintas kenegaraan (transnasional).

Jika kita telusuri basis kejahatan human trafficking bukanlah pekerjaan yang sederhana, karena harus menguliti secara mendalam atas praktik yang berkaitan dengan perburuhan atau pekerja rumah tangga (PRT). Secara sederhana, setiap model pekerjaan yang tidak memberikan rasa keadilan maka di dalamnya terselubung kejahatan human trafficking.

Menempatkan perempuan yang tidak setara dengan kelompok manusia lainnya menunjukkan salah satu bentuk ketidakadilan. Mempekerjakan anak-anak di bawah umur sebagai buruh pada dasarnya juga telah melanggar hak-hak anak yang harus ditunaikan oleh orangtua dan negara. Contoh di atas merupakan situasi ketidakadilan dan menyalahi kodrat keilahian dan kemanusian.

Nabi Muhammad dikirim ke bumi sebagai pembawa risalah Allah. Misi yang diperjuangkan nabi Muhammad sepanjang hidupnya dan diwariskan kepada seluruh umatnya adalah menciptakan rasa ketenangan, ketenteraman, dan keadilan yang seadil-adilnya tanpa membedakan latar belakangnya. Demikian juga, mengerjakan puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja.

Seseorang yang mengaku muslim dan sedang puasa harus menjaga sifat dan perbuatan tercela. Ada kebiasaaan kecil yang sering dilakukan sehingga akhirnya menjadi sebuah budaya. Saat ini, bangsa kita sedang terjangkit penyakit lisan dan hati. Mudah menuduh orang lain lain tanpa bukti (fitnah), provokasi, adu domba, menghasut, dan tindakan tercela lainnya.

Tidak sedikit mereka yang berpuasa masih dengan sengaja menggunjing kekurangan orang lain, mengolok-olok, membuka aib, atau memfitnah. Ketika orang lain melakukan kesalahan, orang yang tidak bersalah merasa dirinya suci dan menertawakan orang itu. Terkadang kesalahan orang lain yang kita tidak tahu letak kesalahannya di mana justru disampaikan secara berantai.

Padahal nabi Muhammad sudah mewanti-wanti kepada umat Islam untuk saling menutupi rahasia atau kejelekan saudara muslim lainnya. Tujuannya supaya tidak terjadi kegaduhan dan pertikaian. Justru saat ini, kondisinya berbanding terbalik. Apabila seseorang tidak suka terhadap sesuatu langsung diumbar ke publik melalui media sosial (facebook, twitter, instagram, atau yang lainnya).

Nabi Muhammad pernah ditanya: “Wahai rasulullah, apa yang dimaksud dengan ghibah? Beliau menjawab: Engkau menyebut tentang saudaramu yang ia tidak sukai. Beliau ditanya lagi: Bagaimana pendapatmu jika apa yang ada pada saudaraku sesuai dengan yang aku bicarakan? Beliau menjawab: Jika apa yang engkau katakan itu memang benar-benar ada maka engkau telah berbuat ghibah namun jika tidak maka engkau telah berbuat fitnah” (HR. Abu Daud No. 4231).

Al Hujurat 12 menyebutkan: “Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati, maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya”. Momentum Ramadan merupakan medan pertempuran menundukkan nafsu-nafsu dalam diri kita.

Tahun-tahun lalu umat Islam telah menjalankan puasa Ramadan. Tetapi apakah Ramadan yang sudah dilewati dari masa ke masa memberikan perubahan? Memang kenyataannya untuk mencegah perbuatan dan sifat tercela sangat berat godaannya. Allah sudah memberikan akal kepada kita untuk memilih dan menentukan. Yang paling penting adalah niat dan ikhtiar suatu kewajiban.

Oleh karena itu, jika ada saudara muslim di sekeliling kita yang suka menceritakan kejelekan (ghibah) maka kewajiban kita mengingatkan dan mencegahnya. Benar, tidak ada manusia yang hidup di dunia tanpa dosa kecuali rasulullah. Maka dari itu, jadilah kita hamba-hamba Allah yang saling mengingatkan dan memaafkan kesalahan orang lain dan bukan menjadi hakim atas aib orang lain.

Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain secara lisan atau tertulis di media sosial (medos) merupakan salah satu penyebab terjadinya permusuhan dan merusak persaudaraan di antara mereka. Karena buruknya perbuatan ghibah, Allah mengumpamakan orang yang berbuat ghibah dengan orang yang makan daging saudaranya dalam keadaan mati.

Perbuatan ghibah termasuk dosa besar. Menyebut orang lain dengan sesuatu yang dia benci merupakan ghibah yang haram dilakukan walaupun hal itu benar-benar ada pada orang tersebut. Selain itu, haram mendengarkan ghibah sebab mendengarkan ghibah sama dengan membantu saudaranya untuk ghibah dan senang dengan ghibah tersebut.

Sebagai orang Islam wajibnya mengingkari orang yang berbuat ghibah dan melarangnya dari perbuatan itu. Menjahit lisan dan mengobati hati. Haram kita mengolok-olok, menghujat, mencaci, dan melecehkan martabat manusia. Selamat beramadan dan menikmati perjalanan spiritual Anda. Salatlah, sebelum kita disalatkan. (Candra P. Pusponegoro/Pemimpin Redaksi www.centralbatam.co.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Fasilitas Pelabuhan Disalahgunakan, Mesin X-Tray Dijadikan Lapak Pedagang

1 April 2026

Pemilihan Ketua RW 008 Tiban Palem Resmi Dimulai, Dua Kandidat Siap Bertarung

1 April 2026

Sekda Batam Pimpin Rapat Prognosis, Target Pendapatan 2027 Capai Rp5,2 Triliun

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
BP Batam
BP Batam

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026 BP Batam

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, PAD Meningkat, Ekonomi Batam Bangkit

2 April 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Amsakar Apresiasi Jajaran Polda Kepri Atas Pengungkapan Kasus Pencurian Fasilitas Umum

3 April 2026

Perbaikan Infrastruktur, Penutupan Sementara Jalan Gajah Mada Berlaku Akhir Pekan Ini

2 April 2026

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

2 April 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.