CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-SMPN 28 Batam masih digenangi air kotor yang berasal dari luapan drainase di depan sekolah tersebut, Kamis (28/1/2018).
Siswa kelas IX bersama para guru pun tampak sibuk mengangkat dan memindahkan barang-barang penting yang ada di ruang kelas dan ruang guru ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
Proses belajar mengajar semenatara waktu terhenti akibat luapan air kotor dari drainase yang menggenangi sekolah yang terelatak di Perumahan Taman Raya, Batam Center.
Padahal sesuai dengan jadwal, mulai Senin (15/1/2018) para siswa kelas IX mengikuti pemataman untuk perisapan menghadapi ujian nasional.
“Dua hari ini kita tidak bisa ikut pematapan karena sekolah digenangi air kotor. Bahkan sudah seperti kolam, dan ketinggian air terus bertambah,” kata salah satu siswa yang sedang sibuk mengangkat barang-barang untuk dipindahkan ke tempat tinggi.
Dia juga mengeluhkan kondisi sekolah yang menjadi langganan banjir. Tidak hanya musim hujan, musim panas juga sekolah yang dikelilingi permukiman warga tersebut jadi langgganan banjir.
“Musim hujan banjir, tak hujan pun malah banjirnya lebih tinggi. Seharusnya pemerintah memperhatikan dengan serius masalah ini untuk mencari solusi terbaiknya,” katanya.

