CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Infromasi tentang aktivitas siswa selama di sekolah bisa langsung di pantau orangtua melalui aplikasi Sistem Informasi Pendidikan Sekolah (SISKA). Baik itu absensi kehadiran siswa menggunakan TCASH, maupun kegiatan proses belajar mengakar selama berada di sekolah.
Untuk mewujudkan itu Hang Nadim Malay School Batam dan Tekomsel meluncurkan program SISKA, yang disaksikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Muslim Bidin, Rabu (10/1/2018). Dalam peluncuran program SISKA itu, dilakukan simulasi dengan absensi siswa yang laporannya langsung di terima orangtua atau walimurid.
Basit Has, Ketua Yayasan Haji Abdul Ghani, mengatakan dengan program SISKA ini orangtua atau wali murid tidak perlu lagi khawatir kalau anaknya tidak sekolah. Karena saat absensi, laporan langsung ditermia orangtua atau wali murid. Begitu juga dengan kegiatan sekolah.
“Mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan zaman. Saat ini dan kedepannya era digital. Sekolah pun harus menyiapkan untuk terus update program sekolah ke digital,” katanya.
Menurutnya, program SISKA ini akan memberikan pelayanan akademis bagi siswa dengan berbasis aplikasi. Penggunaan aplikasi SISKA akan digunakan pada siswa pada lingkungan sekolah.
“Siswa cukup TCASH pada mesin absensi dan informasi kehadiran siswa akan tercatat di sistem serta akan terkirim ke orang tua dan guru,” katanya.
“Kedepannya, implementasi SISKA akan menjadi aplikasi berbasis mobile digital solutif Hang Nadim Malay School Batam secara khusus,” katanya.
Sementara itu Agung Pramono General Manager Tekomsel Batam mengaktakan Telkomsel mendukung penuh peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penerapan layanan digital pada siswa sekolah.
“Semua elemen di lingkungan sekolah akan dipermudah dengan penggunaan aplikasi ini,” terangnya.

Ia menyebutkan, banyak sekali fitur yang tersedia pada aplikasi SISKA mulai dari absensi kehadiran siswa menggunakan TCASH.
“Selain itu para siswa juga dapat memperoleh beragam informasi pendidikan mulai dari jadwal ujian, nilai ujian, kegiatan sekolah, hingga informasi tentang mata pelajaran,” katanya.
Melaui program SISKA ini, terbagun komikasi orangtua dengan guru serta pihak sekolah. Orangtua dengan mudah memonitor kegiatan anak di sekolah sampao mengetahui tugas sekolah yang diberikan guru.
Di tempat yang sama Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin menyambut baik penerapan SISKA di Hang Nadim School Batam.
“Bahasa anak-anak sekerang Zaman Now. Kita harus terus melakukan perubahan dan kemajuan di bidang digital. Mau tidak mau, digital harus dikuasi. Dengan jari, semua orang sudah bisa berkomunikasi. Jika dulu harus bertatap muka untuk komunikasi,” kata Muslim.
Dia mengatakan Disdik Kota Batam sudah pernah melakukan terobosan ke digital salah satunya penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online. Saat itu, pihaknya malah mendapatkan cacian dan marah oleh orangtua siswa yang ingin masukkan anaknya ke sekolah.
“Saya malah dibilang gila saat itu. Karena orangtua siswa takut anaknya tidak diterima masuk sekolah. Padahal cukup daftar melalui online saja. Karena masih berpikir anaknya tidak akan diterima masuk sekolah, akhirnya mendatangi langsung sekolah untuk daftar. Pola pikir inilah yang harus diubah,” ujarnya.
Menurutnya, sistem SISKA dari Tekomsel bisa menjadi barometer untuk pihak sekolah. Dengan program tersebut, membangun karekter digital kedepannya dalam dunia pendidikan.
“Hang Nadim Malay School Batam ini bisa mendai pilot project pemerintah kedepannya. Setiap sekolah yang ingin menerapkan program SISKA bisa melakukan study di sekolah ini. Kita berharap kedepannya semua sekolah bisa menerapkan program digital,” ujarnya.

